Jakarta, CNN Indonesia --
Pembalap Trackhouse Aprilia Raul Fernandez mengungkapkan rahasia sukses menjuarai MotoGP Inggris 2026.
Fernandez mengaku kecewa dan marah terhadap hasil sprint race. Ia kandas memanfaatkan momentum start posisi kedua dan malah terjatuh dan kandas finis.
Kekesalan itu justru jadi motivasi Fernandez. Ia memacu motor lebih sigap sepanjang balapan meski mendapat tekanan dari Jorge Martin nan finis kedua.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya rasa sesi pemanasan membantu saya memahami di mana pemisah keahlian ban belakang," kata Fernandez dikutip Crash.
"Pagi tadi [sesi pemanasan], saya marah pada diri sendiri dan mungkin memacu motor saya terlalu keras. Saat itulah saya memahami pemisah keahlian ban ada pada waktu kisaran waktu 1 menit 58,4 detik hingga 1 menit 58,5 detik," ujarnya menambahkan.
Fernandez pun akhirnya bisa memenangi MotoGP Inggris nan berjalan di Sirkuit Silverstone pada Minggu (16/8).
Kemenangan itu diraih dengan sigap menjauh dari rombongan pembalap setelah memimpin sejak lap pertama. Ia kemudian melaju mulus meraih kemenangan pertamanya musim ini.
"Menurut saya, balapan hari ini adalah soal mentalitas. Situasinya susah dikelola, lantaran bukan hanya soal ban tetapi juga bahan bakar; dalam kasus saya, saya kudu mengaturnya sejak lap pertama."
"Ya, saya sangat senang dan tidak tahu kudu berbicara apa lagi. Terima kasih kepada tim saya," ujar pembalap Spanyol nan baru memperpanjang perjanjian dua tahun di Trackhouse.
Kemenangan di Silverstone membikin Fernandez menempati ranking keenam klasemen sementara dengan koleksi 184 poin. Sementara posisi puncak tetap dikuasai Jorge Martin nan mengemas 240 poin.
(jun)

1 jam yang lalu
2







English (US) ·
Indonesian (ID) ·