Raih Penghargaan Nayaka Mahambara, Gubernur Khofifah Bawa Jatim Jadi Pelopor Koperasi Sehat

1 jam yang lalu 4
Raih Penghargaan Nayaka Mahambara, Gubernur Khofifah Bawa Jatim Jadi Pelopor Koperasi Sehat Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi Republik Indonesia dalam penganugerahan Koperasi Award 2026 di The St. Regis Jakarta, Kamis (20/8/2026) malam.(Pemprov Jawa Timur)

GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Tanda Penghargaan Jasa Bakti Koperasi Nayaka Mahambara dari Menteri Koperasi Republik Indonesia dalam penganugerahan Koperasi Award 2026 di The St. Regis Jakarta, Kamis (20/8/2026) malam.

Secara khusus, penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koperasi RI, Dr. Ferry Juliantono, S.E. Ak, M.Si kepada Kepala Dinas Koperasi dan UKM Prov. Jatim Endy Alim Abdi Nusa nan datang mewakili Gubernur Khofifah. 

Penghargaan untuk Gubernur Khofifah tersebut tertuang dalam Keputusan Menteri Koperasi RI Nomor 25 Tahun 2026. Melalui penghargaan ini, Jawa Timur sukses memposisikan diri sebagai salah satu provinsi pelopor dalam pembinaan koperasi nan sehat, mandiri, dan berkekuatan saing tinggi. 

Tidak hanya itu, penghargaan tersebut juga menjadi prestasi membanggakan sekaligus pengakuan komitmen tinggi Gubernur Khofifah dalam membina, memajukan dan menguatkan perekonomian berbasis kerakyatan.

Gubernur Khofifah menyampaikan rasa syukur dan  bangga serta  terima kasih atas dianugerahkannya penghargaan tersebut. Ia mengatakan bahwa capaian ini merupakan buah kerja keras seluruh masyarakat khususnya insan koperasi di Jawa Timur. 

Koperasi disebutnya bukan sekadar corak badan upaya hukum, melainkan sebuah pendapat besar tentang gimana ekonomi bangsa dibangun melalui semangat kebersamaan dan gotong royong untuk meningkatkan kesejahteraan anggotanya. 

"Alhamdulillah penghargaan ini merupakan hasil ikhtiar berbareng dalam merawat dan meningkatkan semangat kegotong-royongan unik koperasi di masyarakat khususnya hingga level terbawah," ucap Khofifah. 

Ia melanjutkan, di tengah tantangan perekonomian nan semakin kompleks insan perkoperasian juga dituntut untuk terus berbenah dengan menerapkan tata kelola nan profesional, transparan, akuntabel, serta adaptif terhadap teknologi. 

Khofifah juga menekankan bahwa koperasi di Jawa Timur telah terbukti menjadi pilar kokoh penopang ekonomi rakyat, terutama dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi global. 

Sinergi antara koperasi, UMKM, dan perbankan di Jawa Timur terus diperkuat guna membuka akses pembiayaan nan inklusif serta memperluas jangkauan pasar hingga ke tingkat internasional.

Lebih lanjut dia juga menjelaskan, di Jatim, peran strategis koperasi semakin penting. Pertumbuhan ekonomi triwulan I Jawa Timur sebesar 60 persen dengan kontribusi terbesar adalah koperasi dan UMKM. Saat ini, Jawa Timur mempunyai 28.898 koperasi aktif, jumlah terbesar di Indonesia. 

Oleh karena itu, secara unik Gubernur Khofifah menyatakan support penuh atas program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dari pemerintah pusat. Pasalnya, program ini dirancang untuk mendekatkan wadah koperasi kepada masyarakat, mengonsolidasikan potensi ekonomi desa, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta memberikan nilai tambah secara nyata bagi upaya masyarakat. 

Disebutkan Khofifah, hingga saat ini terbentuk 8.494 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Jatim. Akhir Juni 2026, sebanyak 1.094 koperasi telah beraksi dengan support 1.382 gerai, meliputi penyediaan sembako, kefarmasian, klinik kesehatan, logistik, pergudangan, hingga simpan pinjam dengan total transaksi tercatat di Simkopdes mencapai Rp70 milyar.

"Yang terpenting adalah gimana menggerakkan perekonomian masyarakat dari bawah ke atas. Jangan hanya di atas tapi tidak tembus ke bawah. Sektor informal kita adalah penyumbang terbesar dalam PDRB," tegasnya. 

Lebih lanjut, Pemprov Jatim berkomitmen untuk terus mendukung modernisasi dan digitalisasi koperasi tanpa menghilangkan nilai-nilai luhur gotong royong. Program-program pemberdayaan ekonomi perempuan, golongan tani, nelayan, dan pemuda berbasis koperasi bakal terus diperluas hingga ke pelosok desa.

"Penghargaan ini seyogyanya semakin mengukuhkan komitmen Jawa Timur dalam menyelaraskan pembangunan wilayah dengan visi nasional, ialah mewujudkan aktivitas koperasi nan berdaulat, mandiri, dan bisa memberikan kemanfaatan sosial secara berkelanjutan," tegas Khofifah. 

Di akhir, Gubernur Khofifah juga menyampaikan optimisme bahwa penghargaan Nayaka Mahambara ini, bakal semakin mempertegas posisi Jawa Timur sebagai "Gerbang Baru Nusantara" nan siap mengawal kemajuan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia Emas.

Sementara itu, Menteri Koperasi RI Ferry Juliantono mengapresiasi ketua wilayah dan tokoh nan sukses memajukan koperasi. Ia membujuk seluruh pihak meneladani semangat kemitraan untuk memperkuat perekonomian masyarakat secara adil.

"Di momen ini kami membujuk seluruh hadirin untuk meneladani semangat kemitraan ialah nan kuat membantu nan lemah, dan nan besar memperkuat nan kecil. Agar kemajuan ekonomi dapat dirasakan secara setara oleh seluruh lapisan masyarakat," tutupnya. 

(RO/P-4)

Selengkapnya