Jakarta, CNBC Indonesia - Pengadilan di Guangzhou, China, menerima perkara likuidasi kebangkrutan Hengda Real Estate Group, unit properti China Evergrande Group di China daratan. Pernyataan resmi dikeluarkan pengadilan Jumat (21/8/2026).
Pengadilan Menengah Rakyat Guangzhou mengatakan permohonan likuidasi diajukan oleh Guangzhou Rural Commercial Bank. Permohonan itu didasarkan pada argumen bahwa Hengda Real Estate tidak bisa melunasi utangnya sementara aset nan dimiliki tidak mencukupi untuk menutupi seluruh kewajibannya.
Ini menjadi pukulan terbaru bagi Evergrande setelah Kamis, pendiri Evergrande Group, Hui Ka Yan, dijatuhi balasan penjara seumur hidup pada Kamis. Evergrande sendiri merupakan perusahaan developer properti dengan utang terbesar di bumi US$ 300 miliar (sekitar Rp 5.100 triliun), di mana kejatuhannya lima tahun lampau mengguncang perekonomian dan pasar finansial China.
Bos Dipenjara Seumur Hidup
Sementara itu Hui Ka Yan, dijatuhi balasan penjara seumur hidup kemarin. Pengadilan resmi memberikan balasan ke mantan orang terkaya Asia jenis Forbes tersebut.
Mengutip Reuters Pengadilan Shenzhen menyebut Hui Ka Yan mengaku bersalah pada April atas delapan dakwaan. Dakwaan tersebut antara lain penyalahgunaan dana, penipuan dalam penggalangan dana, menerima simpanan publik secara ilegal, pemberian pinjaman secara ilegal, publikasi surat berbobot secara curang, dan suap.
Vonis juga mencakup penyitaan seluruh kekayaan pribadi Hui. Dalam foto nan dirilis pengadilan, Hui nan telah berbulu abu-abu dan berumur 67 tahun berdiri diapit dua petugas, mengenakan kemeja berkerah biru tua berlengan panjang saat pengadilan membacakan vonisnya.
"Perbuatan pidana Evergrande Group, Hengda Real Estate, dan Hui Ka Yan ... melibatkan jumlah nan sangat besar dan keadaan nan sangat serius, menyebabkan kerugian ekonomi nan sangat signifikan serta akibat sosial nan sangat serius, sehingga kudu dihukum berat sesuai hukum," kata pengadilan dalam sebuah pernyataan.
Selain menjatuhkan balasan kepada Hui, pengadilan mengatakan telah mendenda Evergrande sebesar 8,82 miliar yuan alias US$1,31 miliar. Anak upaya utamanya, Hengda, juga terseret dan didenda 7 miliar yuan.
Bukan hanya itu, lima pelaksana senior lainnya juga dijatuhi balasan denda dan penjara dengan masa balasan antara enam hingga 18 tahun. Secara keseluruhan, menurut laman CCTV, 56 orang nan mengenai dengan Evergrande selain Hui menerima balasan pada Kamis.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·