Rayakan 12 tahun berkarya, “Kami.” luncurkan monogram scarf

  • Whatsapp

Jakarta (ANTARA) – Merek fesyen tanah air, Kami., pada Jumat meluncurkan produk monogram scarf sebagai wujud dedikasi Kami. selama 12 tahun berkarya serta jawaban dari keinginan dan kebutuhan pelanggan.

Creative Director Kami. Nadya Karina mengatakan produk scarf yang dihadirkan pada kali ini spesial dan unik dibandingkan dengan koleksi yang pernah diluncurkan Kami. sebelumnya.

“Biasanya kami bikin scarf itu ide awalnya datang dari apa yang komunitas #Kamipeople sukai. Tapi kalau sekarang kebalikannya. Ini adalah permintaan #Kamipeople yang sudah ada sejak dulu tapi belum dibikin-bikin. Makanya, kami sebut ini love letter, huruf ‘k.’ itu disebut sebagai love letter-nya Kami. untuk #Kamipeople. Scarf ini memang berangkat dari #Kamipeople duluan,” terang Nadya saat konferensi pers virtual pada Jumat.

CEO Kami. Istafiana Candarini mengatakan pihaknya ingin menghadirkan monogram scarf terbaik yang tetap modern dan memasukkan semua elemen yang diinginkan tim Kami. dan #Kamipeople sehingga cukup lama dalam proses menggodok ide.

“Koleksi monogram scarf ini benar-benar dibuat dari hati oleh para Kami. founders, Kami. team, dan spesial dipersembahkan untuk semua #Kamipeople di seluruh Indonesia,” katanya.

Monogram scarf dari Kami. hadir dengan desain motif yang sederhana namun memiliki makna mendalam. Nadya mengatakan bahwa desain motif pada koleksi ini terinspirasi dari 12 tahun perjalanan brand Kami. dengan mengangkat nilai-nilai modest, contemporary, dan heartfelt.

“Ada tiga elemen yang terdapat pada desain motif koleksi Kami. Monogram Scarf yakni, lambang huruf ‘k.’, elemen bunga, dan garis, yang masing-masing elemen ini memiliki makna serta pesan yang ingin Kami. tunjukkan dan sampaikan kepada #Kamipeople,” ujar Nadya.

Ia mengatakan simbol ‘k.’ menjadi representasi dan identitas dari brand yang telah dimunculkan pada produk-produk sebelumnya. Huruf ‘k.’ diambil dari kata ‘Kami.’ sementara titik (dot) memiliki filosofi permulaan yang mengingatkan terhadap setiap goresan karya yang berawal dari sebuah titik.

“Selain itu, untuk monogram ini kami memutuskan untuk menampilkan simbol ‘k.’ karena menurut kami lebih mudah untuk didesain,” kata Nadya.

Sementara itu, elemen atau motif bunga dan akar bermakna sebagai pengingat tentang ‘akar’ Kami. yang membuat brand terus berkembang semakin baik dari hari ke hari.

“Kata ‘Kami’ itu sebetulnya diambil dari bahasa Jepang, artinya Tuhan. Kata itu dihubungkan dengan elemen akar, ini merepresentasikan kalau kami semuanya berasal dari Tuhan atau Yang Maha Kuasa lalu akan berakhir kepada Tuhan juga,” ujarnya.

Kemudian, ada pula motif goresan garis yang melambangkan hubungan antara Kami. founders, Kami. team, dan #Kamipeople di seluruh Indonesia.

Tak hanya perihal filosofi desain, kehadiran monogram scarf tambah spesial karena menggunakan bahan atau material jenis airy voal yang merupakan inovasi dan dikembangkan sendiri oleh brand Kami. Airy voal adalah jenis bahan voal yang diformulasikan agar menghasilkan bahan yang lebih light, lembut, dan mudah diatur.

“Karena monogram scarf ini adalah love letter untuk #Kamipeople, jadi kami pilih bahan airy foal yang menjadi bahan favorit #Kamipeople juga,” kata Nadya.

Kami. Monogram Scarf memiliki ukuran 120 x 120 cm yang tersedia dalam 12 varian warna earth tone. Dalam setiap boks monogram scarf, pelanggan juga akan mendapatkan bonus magnetic pin disertai sepucuk love letter dari brand Kami.

Produk akan dirilis untuk publik pada Sabtu (2/10) yang bisa didapatkan di seluruh cabang butik Kami. serta platform penjualan baik offline maupun online. Untuk satu scarf dibanderol seharga Rp329.000. Tersedia pula paket bundling tiga warna dengan bonus Camani seharga Rp945.000 dan bundling 6 warna seharga Rp1.845.000.

Baca juga: Citra Kirana x Deyn Scarf kolaborasi kreasikan koleksi”Kirana Instant”

Baca juga: Jelang Hari Ibu, desainer Jenahara buat “scarf” terinspirasi ibunda

Baca juga: Dian Pelangi luncurkan scarf edisi Ramadhan (video)

Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Pos terkait