Realisasi APBN Mei: Belanja Tumbuh 9,3%, Defisit Rp 219 T

  • Whatsapp

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati melaporkan bahwa sampai dengan Mei 2021, defisit APBN mencapai Rp 219,3 Triliun atau setara dengan 1,32% dari Produk Domestik Bruto (PDB)

Realisasi defisit APBN Mei 2021 tersebut diketahui lebih besar dari realisasi defisit APBN Mei 2020 yang sebesar Rp 179,4 triliun atau 1,16 terhadap PDB.

“Sampai Mei defisit APBN mencapai Rp 219 triliun atau 1,32% dari PDB,” jelas Sri Mulyani saat rapat kerja dengan DPD, Senin (21/6/2021).


“Pembiayaan kita lebih tinggi, karena kita melakukan pembiayaan front loading dalam antisipasi kenaikan suku bunga atau inflasi di Amerika Serikat,” kata Sri Mulyani melanjutkan.

Adapun pendapatan negara pada Mei 2021 mencapai Rp 726,4 triliun atau tumbuh 9,31% secara tahunan atau year on year (yoy). Utamanya, kata Sri Mulyani didorong oleh penerimaan perpajakan, khususnya penerimaan cukai dan bea keluar.

Kemudian belanja negara sampai dengan Mei 2021 sebesar Rp 945,7 triliun atau tumbuh 12,05% dibandingkan realisasi periode yang sama tahun lalu.

Realisasi belanja tersebut utamanya didorong oleh belanja barang untuk mendukung pemulihan, antara lain biaya perawatan pasien Covid-19 dan BOS, dan percepatan belanja modal padat karya antara lain jalan, irigasi, dan jaringan.

Tercatat SILPA Mei 2021 sebesar Rp 90 triliun yang diklaim oleh Sri Mulyani lebih efisien, karena lebih rendah dibandingkan realisasi Mei 2020 yang sebesar Rp 178,5 triliun.

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)

Pos terkait