Review Army of Thieves, hanya sekadar batu loncatan?

  • Whatsapp

Entah apa yang direncanakan Snyder pada prekuel, karena seharusnya dia bisa membuatnya lebih dari ini.

Waralaba zombie yang kita ketahui selama ini bermula dari virus yang menyebar di suatu daerah hingga menjadi sebuah wabah pada kawasan yang lebih besar. Namun melalui waralaba zombie milik Zack Snyder yang kini mencakup Army of the Dead dan Army of Thieves, sebuah sudut pandang baru tentang film zombie lahir.

Belum lama ini, Army of Thieves tayang di platform streaming Netflix. Film yang ditulis oleh Snyder dan merupakan prekuel dari Army of the Dead ini disutradarai oleh pemain utamanya sendiri, Matthias Schweighöfer.

Film ini mengambil latar waktu sebelum wabah zombie di Las Vegas membludak. Cerita fokus pada kehidupan awal karakter Ludwig Dieter yang masih menyandang nama asli Sebastian Schlencht-Wöhnert.

Sebelum menjadi ahli pembobol brankas, Sebastian merupakan pegawai bank di Postdam, Jerman yang menjalani kehidupan yang membosankan. Dia memiliki saluran YouTube dengan videonya sendiri untuk mencurahkan minat, hobi, serta kesukaannya pada karya Hans Wagner, seorang locksmith legendaris.

Suatu hari, Sebastian ditantang bertanding dalam kompetisi membobol brankas. Hanya dalam sekali percobaan, ia sudah dapat mengalahkan pemenang bertahan dalam kompetisi tersebut. Gwendalion (Nathalie Emmanuel) yang sudah memperhatikan Sebastian sejak lama, menawarkan pekerjaan yang dapat mengubah kehidupan Sebastian menjadi tidak membosankan lagi. 

Sebastian akhirnya menerima penawaran Gwen dalam misi membobol tiga brankas karya Wagner yang saat ini menjadi tempat penyimpanan harta Bly Tanaka. Brankas tersebut berada di lokasi yang berbeda, dan mereka menjalankan misi ini bersama tiga anggota lainnya, yaitu Korina Dominguez (Ruby O. Fee), Brad Cage/Alexis Broschini (Stuart Martin), dan Rolph (Guz Khan).

Rolph, Brad, Gwen, dan Korina

Film mendapat beragam kritik dari para penonton. Satu hal yang paling menjadi perhatian adalah genre yang ditampilkan. Tidak seperti film pendahulunya, Army of Thieves sama sekali bukan film zombie ataupun thriller. Film ini lebih seperti film aksi komedi dengan sedikit sentuhan romantis antara Sebastian dan Gwen.

Namun, hal ini tampaknya sudah diingatkan Snyder sejak awal. Saat periode promosi Army of the Dead, Snyder mengatakan dirinya punya trilogi zombie-nya sendiri. Dalam artian, dia punya cara sendiri untuk menciptakan waralaba zombie yang berbeda dari waralaba zombie pada umumnya. Ini juga menunjukkan, kalau film dapat berdiri di kaki sendiri tanpa embel ‘prekuel’ sekalipun, menjadikannya waralaba yang sangat berpotensi di masa mendatang. 

Terlepas itu, Schweighöfer mampu membuktikan kemampuan pengarah serta akting yang dia lakukan dalam film ini. Meskipun merupakan film perampokan, namun ia membumbui tiap adegan dengan komedi yang mudah dicerna dan tidak berlebihan. Contoh, ketika Korina dan Gwen menunggu Sebastian di dalam rumahnya secara diam-diam. Kebodohan Korina menampilkan adegan-adegan dimana dirinya hanya mengikuti firasat dan panutannya, Gwen.

Korina dan Gwen

Dari segi peran, Matthias mampu membawa karakter Sebastian yang polos dan pintar. Tampak dari menit awal hingga akhir, karakter Sebastian dapat memimpin film dan aktingnya dinikmati para penonton. Tidak monoton, karakternya berkembang setelah ia bergabung dengan tim Gwen. Bahkan, benih-benih cinta antara Sebastian dan Gwen mulai tumbuh seiring waktu.

Bagi penonton yang hanya ingin menikmati film aksi ringan dan lucu, film ini akan sangat direkomendasikan. Namun bagi pengamat atau kritikus, Army of Thieves mungkin sedikit “kentang,” apalagi jika dibandingkan dari film sebelumnya. Terkadang, alur ceritanya juga mudah ditebak. 

Entah apa yang direncanakan Snyder pada prekuel, karena seharusnya dia bisa membuatnya lebih dari ini. Mungkin Army of Thieves hanya sebagai batu loncatan penonton ke sekuel Planet of the Dead yang belum dikonfirmasi tanggal peluncurannya. Jadi, mari kita nantikan eksplorasi alam semesta Snyder selanjutnya dalam Planet of the Dead.

Pos terkait