Jakarta, CNBC Indonesia - Indonesia tercatat mempunyai total sumber daya bijih emas primer mencapai sekitar 17,24 miliar ton dan persediaan bijih emas primer sekitar 3,46 miliar ton bijih. Data ini berasas paparan Kementerian Kooridnator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) dalam Mindialogue 2026.
Tak hanya di wilayah timur Indonesia, rupanya persediaan emas juga berasal dari pulau Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, Jawa, Maluku, Nusa Tenggara hingga Papua.
Berikut datanya:
Sumatra
SD Bijih: 967.819.212 ton
SD Logam: 983 ton
CD Bijih:165.122.941 ton
CD Logam: 182 ton
Kalimantan
SD Bijih: 801.062.084 ton
SD Logam: 1.144 ton
CD Bijih: 80.611.943 ton
CD Logam : 98 ton
Sulawesi
SD Bijih: 1.943.889.478 ton
SD Logam: 4.506 ton
CD Bijih: 636.082.994 ton
CD Logam: 1.749 ton
Maluku
SD Bijih: 543.024.482 ton
SD Logam: 378 ton
CD Bijih: 27.121.139 ton
CD Logam: 40 ton
Papua
SD Bijih: 3.730.531.357 ton
SD Logam: 1.961 ton
CD Bijih: 1.621.269.000 ton
CD Logam: 1.040 ton
Jawa
SD Bijih: 1.563.728.930 ton
SD Logam: 1.090 ton
CD Bijih: 151.849.365 ton
CD Logam: 93 ton
Nusa Tenggara
SD Bijih: 7.698.386.569 ton
SD Logam: 2.302 ton
CD Bijih: 778.794.683 ton
CD Logam: 241 ton
Chairman Indonesia Mining (IMI) Irwandy Arif menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu pemilik persediaan emas terbesar di Dunia. Dalam catatannya, potensi emas paling banyak tersimpan di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan juga Papua.
"Dari segi persediaan alias sumber daya, seperti dikatakan MIND ID, tersebar di nyaris seluruh Indonesia nan terbanyak di NTB, kedua di Papua baru menyebar ke Kalimantan, Sulawesi dan lain-lainnya," terang Irwandy dalam aktivitas Mindialogue 2026, dikutip Kamis (13/8/2026).
Irwandy membeberkan, bahwa potensi emas di NTB berada di wilayah Sumbawa ialah Sumbawa Timur Mining.
"Ini bisa-bisa cadangannya melampaui persediaan PT Freeport Indonesia. Dan di jalur itu sama, jalurnya sudah ketahuan, ada saha kalo dilakukan eksplorasi untuk ditemukan," jelas Irwandy.
Adapun untuk di wilayah Jawa, potensi emas berada di wilayah Jawa Timur. "Jadi tergantung pemerintah Indonesia mendorong para penanammodal untuk bisa melakukan eksplorasi. dulu ada junior company eksplorasi, dan lenyap dan tidak kembali ke Indonesia, padahal itu kejadian nan meningkatkan pertambangan di Indonesia," tandas dia.
Berdasarkan info terbaru U.S. Geological Survey (USGS) dalam Mineral Commodity Summaries 2026, persediaan emas Indonesia pada 2025 diperkirakan mencapai 3.600 ton. Angka tersebut menempatkan Indonesia di ranking ke-4 bumi dalam daftar negara dengan persediaan emas terbesar dunia.
Dalam laporannya, USGS memperkirakan total persediaan emas bumi mencapai sekitar 66.000 ton pada 2025. Adapun, Indonesia sendiri mempunyai persediaan sebesar 3.600 ton alias sekitar 5,5% dari total persediaan emas dunia.
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis BKPM Heldy Satrya Putera potensi persediaan emas nasional tidak hanya terbatas pada produk perhiasan dan perangkat investasi, melainkan bisa menyuplai kebutuhan industri teknologi tinggi.
Adapun, pemerintah telah memasukkan emas dalam daftar komoditas prioritas nan kudu dikembangkan ekosistemnya. Ia menegaskan pihaknya tengah memetakan potensi integrasi dari hulu hingga ke industri pengguna akhir di dalam negeri.
"Emas ini juga merupakan salah satu komoditas nan kita sorong hilirisasi. Kenapa? Jadi saat ini kita banyak sebetulnya menggunakan alias memanfaatkan emas, mengolah emas itu baru untuk satu, perhiasan. nan kedua kita mengolahnya hanya untuk kebutuhan investasi lantaran kita mau simpan emasnya," katanya dalam aktivitas Mindialogue 2026, di Jakarta, dikutip Kamis (13/8/2026).
Selama ini pemanfaatan emas di Indonesia dinilai tetap konvensional melalui pembuatan perhiasan hingga sebagai persediaan devisa. Padahal, menurutnya emas mempunyai peran sebagai komponen dalam industri elektronik modern, termasuk sebagai bahan pendukung produksi semikonduktor.
"Nah sebetulnya emas ini dibutuhkan juga untuk industri elektronik. Gitu. Untuk pembuatan produk-produk ya seperti semi konduktor itu juga butuh walaupun tidak besar jumlahnya mungkin dibandingkan dengan bahan baku nan lainnya," ujarnya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

57 menit yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·