ilustrasi.(MI)
KETUA Tim EMT Komposit Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes Ruteng Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT) Franky Rumondor, mengatakan Rumah Sakit (RS) Lapangan nan didirikan di Stadion Golo Dukal dibangun secara sigap dalam kondisi nan tidak mudah.
“Kami membangun rumah sakit lapangan itu selama kurang lebih nyaris 30 jam awal hari dengan kondisi cuaca nan dingin dan dengan 13 personil nan membangun rumah sakit lapangan ini,” kata Franky, Kamis (20/8).
Sebanyak 13 personel terlibat langsung dalam proses pembangunan RS Lapangan tersebut. Mereka dikerahkan oleh Pusat Krisis Kesehatan Kemenkes untuk memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai.
Franky mengapresiasi kerja keras seluruh personel nan terlibat sehingga RS Lapangan dapat segera digunakan untuk mendukung pelayanan medis bagi masyarakat terdampak.
“Hari ini kami berterima kasih telah berjalan operasi pertama di rumah sakit lapangan nan berada di Stadion Golo Dukal di Kabupaten Manggarai. Dan 13 orang ini adalah orang-orang nan hebat,” ujar dia.
Menurutnya, pembangunan RS Lapangan merupakan bagian dari upaya respons sigap Kemenkes untuk memastikan masyarakat terdampak musibah tetap memperoleh akses pelayanan kesehatan, terutama ketika akomodasi kesehatan permanen mengalami gangguan akibat gempa.
“Mereka adalah orang-orang nan luar biasa nan dikirimkan oleh Pusat Krisis Kementerian Kesehatan untuk membantu masyarakat, saudara-saudara kita nan terdampak musibah di Kabupaten Manggarai,” jelas Franky.
Dengan mulai berfungsinya RS Lapangan, Kemenkes terus memperkuat support pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mendukung kesinambungan jasa kesehatan, termasuk penanganan pasien nan memerlukan tindakan medis dan operasi selama proses pemulihan pascabencana. (Iam/P-3)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·