Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin

1 jam yang lalu 3
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin Karyawan menunjukkan duit pecahan rupiah dan dolar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran duit asing Dolarasia Money Changer Cibubur, di Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat(. ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan/kye)

PENGAMAT ekonomi, mata duit & komoditas Ibrahim Assuaibi memprediksi nilai tukar rupiah berpotensi melemah pada pembukaan perdagangan Senin (17/8). Sebelumnya rupiah sempat menguat pada akhir pekan selepas penyampaian Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) oleh Presiden Prabowo Subianto.

"Walaupun kemarin menguat setelah pidato Presiden tentang APBN tahun 2027 tetapi ada kemungkinan nilai rupiah kemungkinan besar dibuka melemah lantaran aspek eksternal," ujar Ibrahim dalam keterangan nan diterima, Minggu (16/8).

Ia memprediksi rupiah dibuka di rentang  Rp17.820 sampai Rp17.880 per dolar AS. "Jadi ada kemungkinan besar ada 60 poin pelemahan mata duit rupiah," jelasnya.

"Memang jika kita lihat rupiah kemarin dalam penutupan pasar di hari Jumat mengalami penguatan 50 poin. Salah satu nan membikin rupiah menguat itu adalah pidato Presiden Prabowo bahwa pertumbuhan ekonomi di tahun 2027 dipatok 6% nan sebelumnya di dugaan APBN 2026 itu sebesar 5,4%," ungkap Ibrahim.

Selain itu, sambung dia, pemerintah menargetkan inflasi 2,5% dan defisit anggaran di level 2,4% dari produk domestik bruto (PDB).

"Dari info internal tetap cukup bagus. Ini nan sebenarnya membikin Rupiah kemarin di hari Jumat ditutup menguat 50 poin. Dan di hari Senin kemungkinan besar pasar bakal tertuju terhadap info eksternal," ungkap Ibrahim.

"Terutama dalam geopolitik di Timur Tengah nan semakin memanas dan ini bakal membikin dolar Amerika bakal mengalami penguatan sehingga berakibat terhadap pelemahan mata duit rupiah di pembukaan hari Senin," jelasnya.

Ia menyoroti sasaran APBN 2027 nan mematok rupiah di level Rp17.500 per dolar AS nan sebelumnya di Rp16.500.

"Nah saya memandang bahwa ada kemungkinan besar nan di tahun 2027 rupiah itu kemungkinan di atas Rp18.000. Kalau seandainya rupiah tetap di atas Rp17.500 ini bakal membikin defisit anggaran kemungkinan besar bakal lebih dari 2,86% andaikan rupiah terus mengalami pelemahan," kata Ibrahim.

Menurutnya presiden optimistis bahwa pertumbuhan ekonomi di 6% kemungkinan besar defisit anggaran bakal berkurang. Namun dia menilai untuk mencapai 6% sulit.

"Sangat susah sekali jika kondisi geopolitik tetap terus memanas," pungkasnya. (H-4)

Selengkapnya