Rupiah Masih ‘Tiarap’

  • Whatsapp

Jakarta: Kurs rupiah hingga penutupan perdagangan sore ini masih terpantau melemah. Kendati bila dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pagi sedikit menguat.
 
Mengutip Bloomberg, Kamis, 22 Juli 2021, rupiah melemah menjadi Rp14.482 per USD dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp14.542 per USD. Rupiah turun 60 poin atau setara 0,41 persen. Jika dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pagi ini, nilai tukar rupiah bergerak menguat.
 
Adapun rentang gerak rupiah berada di kisaran Rp14.482-Rp14.516 per USD. Sementara year to date (ytd) return terpantau sebesar 3,08 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Sementara itu melansir data Yahoo Finance, rupiah diperdagangkan di posisi Rp14.480 per USD. Gerak rupiah terpantau melemah dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp14.550 per USD. Sedangkan berdasarkan data kurs referensi Bank Indonesia, Jakarta Interbank Spot Dolar Rate (Jisdor), rupiah diperdagangkan ke posisi Rp14.508 per USD.
 
Pengamat pasar uang Ariston Tjendra sebelumnya mengatakan nilai tukar rupiah mungkin masih bisa melemah hari ini mengikuti pelemahan nilai tukar regional.
 
“Pasar masih mengkhawatirkan kenaikan kasus covid-19 karena varian delta, Asia Tenggara dianggap menjadi episentrumnya,” ujar Ariston, dilansir dari Antara.
 
Namun demikian, lanjut Ariston, pelemahan mungkin bisa tertahan karena sentimen pasar terhadap risiko terlihat membaik. “Pasar saham global menguat. Ada optimisme pasar terhadap perbaikan kinerja perusahaan,” kata Ariston.
 
Adapun dari dalam negeri jumlah kasus baru covid-19 terus menurun karena terjadi penambahan 33.772 kasus baru covid-19 pada Rabu, 21 Juli 2021, sehingga total jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 mencapai 2,98 juta kasus.
 
Sebanyak 2,35 juta orang telah dinyatakan sembuh sehingga total kasus aktif covid-19, sehingga total kasus aktif mencapai 549.694 kasus. Meski demikian, jumlah kasus meninggal akibat terpapar covid-19 masih tinggi, pada Rabu kemarin terdapat 1.383 kasus sehingga totalnya mencapai 77.583 kasus.
 
Ariston mengatakan rupiah berpotensi melemah ke kisaran Rp14.560 per USD dengan potensi support di kisaran Rp14.520 per USD.
 
(AHL)

Pos terkait