Ilustrasi(Antara)
NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS menunjukkan performa positif pada penutupan perdagangan Jumat (21/8). Rupiah tercatat bergerak menguat sebesar 54 poin alias 0,30 persen, berhujung di level Rp17.694 per dolar AS dibandingkan dengan penutupan sebelumnya nan berada di posisi Rp17.748 per dolar AS.
Penguatan ini sejalan dengan pergerakan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia nan juga terapresiasi ke level Rp17.705 per dolar AS, menguat dari posisi sebelumnya di nomor Rp17.779 per dolar AS.
Dukungan Kebijakan BI-Rate
Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menjelaskan bahwa penguatan rupiah didorong oleh sentimen positif domestik, terutama keputusan Bank Indonesia (BI) untuk mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen.
“Kebijakan tersebut tetap diarahkan untuk menjaga stabilitas rupiah dan inflasi, sekaligus memberikan support terhadap pertumbuhan ekonomi,” ujar Amru di Jakarta, Jumat.
| Rupiah (Spot) | Rp17.748 | Rp17.694 | +54 Poin (0,30%) |
| Kurs JISDOR BI | Rp17.779 | Rp17.705 | +74 Poin |
Sentimen Global dan Tekanan Treasury
Meskipun menguat, pergerakan rupiah tetap dibayangi oleh dinamika pasar global, khususnya arah indeks dolar AS dan imbal hasil (yield) Treasury. Dolar AS sempat mengalami tekanan setelah Pemerintah AS mengumumkan rencana peningkatan pembelian kembali obligasi jangka panjang.
Namun, tekanan terhadap greenback tersebut tidak memperkuat lama. Imbal hasil Treasury kembali merangkak naik seiring dengan kekhawatiran penanammodal terhadap inflasi dan kondisi fiskal di Amerika Serikat.
Selain itu, pasar saat ini tengah mencermati risalah Federal Open Market Committee (FOMC). Amru menyebut adanya perbedaan pandangan di antara pejabat The Fed mengenai arah suku kembang referensi di masa depan. Ketidakpastian prospek kebijakan moneter AS ini membikin pelaku pasar tetap waspada terhadap volatilitas nilai tukar di periode mendatang. (Ant/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·