Rupiah Menguat ke Rp17.755 per Dolar AS di Tengah Optimisme IKK

4 jam yang lalu 6
Rupiah Menguat ke Rp17.755 per Dolar AS di Tengah Optimisme IKK Ilustrasi(Antara)

NILAI tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat signifikan pada perdagangan Senin (10/8). Rupiah tercatat naik 142 poin alias 0,79 persen ke level Rp17.755 per dolar AS, dibandingkan dengan penutupan sebelumnya nan berada di posisi Rp17.897 per dolar AS.

Analis pasar duit Ibrahim Assuaibi menjelaskan bahwa penguatan ini didorong oleh aspek internal dan eksternal. Dari sisi domestik, Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) tetap menjadi penopang utama lantaran berada di level optimistis, meskipun menunjukkan tren penurunan dalam tiga bulan terakhir.

Berdasarkan info Bank Indonesia (BI), IKK pada Juli 2026 tercatat sebesar 116,8, turun tipis dari 117,8 pada Juni 2026. Meski mengalami penurunan beruntun, nomor di atas 100 menunjukkan bahwa konsumen secara umum tetap mempunyai kepercayaan positif terhadap kondisi ekonomi nasional.

Indikator Kurs & Ekonomi Posisi Terbaru Posisi Sebelumnya
Rupiah (Spot) Rp17.755 Rp17.897
Kurs JISDOR BI Rp17.795 Rp17.913
IKK (Juli vs Juni) 116,8 117,8

Ibrahim memperingatkan bahwa jika tren penurunan IKK berlanjut, ruang pertumbuhan konsumsi rumah tangga dapat tertekan. "Rumah tangga condong menahan shopping dan lebih selektif dalam mengalokasikan pendapatan," ujarnya.

Selain info ekonomi, sentimen positif juga datang dari kepastian kepemimpinan di bank sentral. Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi telah mengusulkan Destry Damayanti sebagai calon tunggal Gubernur BI definitif kepada DPR RI melalui Surat Presiden (Surpres).

Dari sisi global, pasar merespons positif potensi pembukaan kembali Selat Hormuz melalui kesepakatan antara Iran dan Oman. Selain itu, meredanya kekhawatiran inflasi di Amerika Serikat (AS) membikin pelaku pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku kembang oleh Federal Reserve (Fed).

Data CME FedWatch Tool menunjukkan probabilitas kenaikan suku kembang pada September sekarang hanya sebesar 42 persen, turun drastis dari 67 persen pada pekan lalu. Fokus pasar selanjutnya tertuju pada rilis info Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan Juli nan diprediksi melandai ke nomor 3,4 persen secara tahunan.

Sejalan dengan pasar spot, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan ke level Rp17.795 per dolar AS dari posisi sebelumnya Rp17.913 per dolar AS. (Ant/I-1)

Selengkapnya