Said Iqbal Ungkap Kabar PHK 55.000 Pekerja Industri Granit-Keramik

1 hari yang lalu 3
ARTICLE AD BOX

Jakarta, CNBC Indonesia - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal mengakui ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) tetap membayangi sejumlah sektor industri, termasuk sektor keramik dan granit.

Namun, sebagai ketua pekerja dan mewakili pemerintah, dirinya bakal menyiapkan beragam langkah mitigasi untuk mencegah terjadinya PHK massal.

Ia lantas meluruskan berita nan menyebut bakal terjadi PHK terhadap 55.000 pekerja di industri keramik dan granit. Menurutnya, nomor tersebut bukan merupakan jumlah pekerja nan telah terkena PHK.

"Jadi gak bener juga 55 ribu tenaga kerja bakal ter PHK juga. nan ter PHK ribuan tapi dengan adanya penurunan nilai gas nan bakal diumumkan pada hari Senin sore bakal menurunkan potensi ancaman PHK tersebut," katanya dalam Konferensi Pers secara virtual, Minggu (28/6/2026).

Said menjelaskan, kasus nan terjadi saat ini lebih banyak berasal dari industri granit, di mana terdapat perusahaan nan telah menghentikan operasionalnya, salah satunya adalah PT Granito.

"Naru PT Granito itu sudah tutup tapi belum jelas kembali dibuka alias bagaimana. Nanti ada langkah mitigasi nan saya lakukan," paparnya.

Adapun, dia menjelaskan bahwa tekanan terhadap industri granit dan keramik ini didorong oleh tingginya nilai gas industri akibat kenaikan bahan bakar minyak dan gas menyusul perang di Timur Tengah nan tidak juga reda.

Dia memastikan pemerintah bakal menurunkan nilai jual gas industri menjadi sekitar US$ 7 sampai US$ 14 per MMBTU. Pengumuman penurunan nilai ini bakal disampaikan Senin (29/6/2026).

Selain industri granit dan keramik, Said mengatakan pihaknya juga tetap mendata ulang potensi PHK di sektor tekstil beserta industri turunannya, serta industri nikel di Morowali, Konawe, dan Halmahera Tengah.

"Itu terjadi di Morowali, Konawe dan Halmahera Tengah akibat 30% dari produksi nan terpasang untuk eksplorasi nikel potensi PHK bisa terjadi. Kemungkinan saya bakal berangkat ke Morowali dan Halmahera Tengah," ujarnya.

(ven/haa)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya