Sambut HUT ke-81 RI, TNI-Polri dan Mahasiswa di Kendal Bersih-bersih Makam Pahlawan

50 menit yang lalu 1
Sambut HUT ke-81 RI, TNI-Polri dan Mahasiswa di Kendal Bersih-bersih Makam Pahlawan Suasana bersih-bersih di Makam Pahlawan Hizbullah di Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu.(MI/Supardji Rasban)

MENYAMBUT Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia,  tidak hanya diwujudkan melalui beragam perlombaan. Di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, puluhan personel TNI, Polri, pemerintah desa, organisasi kepemudaan, mahasiswa hingga family pejuang bergotong royong merawat Makam Pahlawan Hizbullah di Desa Krajan Kulon, Kecamatan Kaliwungu, Jumat (14/8).

Bersih-bersih makam pahlawan tersebut menjadi pengingat bahwa kemerdekaan Indonesia diraih melalui perjuangan dan pengorbanan para pahlawan nan rela mempertaruhkan jiwa dan raga.

Personel Koramil dan Polsek Kaliwungu berbareng Pemerintah Desa Krajan Kulon, PAC GP Ansor Kaliwungu, mahasiswa KKN Universitas Wahid Hasyim serta family pejuang bahu-membahu membersihkan rumput liar nan menutupi area makam.

Tidak hanya membersihkan lingkungan makam, para peserta juga mengecat pagar, memperbaiki sejumlah bagian gedung nan mulai rusak dan mengganti bendera Merah Putih di makam KH Ibrahim

Danramil Kaliwungu, Kapten Siswanto, mau seluruh komponen masyarakat untuk terus merawat makam para pejuang nan telah berjasa bagi bangsa dan negara.

"Kerja hormat ini bukan sekadar aktivitas membersihkan makam, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan sejarah perjuangan para pahlawan Hizbullah kepada generasi muda," ujar Siswanto.

Kepala Desa Krajan Kulon. Abdul Latif nan juga merupakan perwakilan family pejuang mengatakan, aktivitas tersebut merupakan corak kepedulian pemerintah dan masyarakat dalam menjaga serta merawat makam para pejuang kemerdekaan.

"Di kompleks makam ini dimakamkan tiga pejuang Hizbullah nan gugur dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia dan tetap mempunyai hubungan keluarga. Mereka adalah M. Masrur, Akhmad Nur, dan Subchi," tutur Abdul Latif.

Abdul Latif menyebut ketiganya dikenal sebagai ustadz sekaligus pejuang nan turut berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia ketika Belanda melancarkan Agresi Militer Belanda pertama setelah Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya.

"Perawatan makam dan situs berhistoris ini diharapkan tidak hanya menjaga kondisi fisiknya, tetapi juga mempertahankan ingatan kolektif masyarakat mengenai perjuangan para pendahulu bangsa," jelas Abdul Latif.

Memurut Abdul Latif mengenalkan sejarah perjuangan kepada generasi muda menjadi salah satu corak nyata dalam mengisi kemerdekaan. "Dengan demikian, semangat pengorbanan dan perjuangan para pahlawan diharapkan tetap hidup dan diwariskan dari generasi ke generasi," pungkas Abdul Latif. (E-2)

Selengkapnya