Sampaikan Duka Mendalam ke Korban, Ini Instruksi AHY Usai Gempa NTT

51 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengungkap langkah pemerintah dalam menangani akibat gempa nan baru saja terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pemerintah, katanya, memprioritaskan proses pemindahan dan memastikan tidak ada wilayah nan terisolasi, hingga memulihkan prasarana dasar.

AHY mengatakan, Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo telah langsung bergerak ke wilayah musibah sejak hari pertama, untuk memastikan perangkat berat segera dikerahkan, terutama untuk membantu proses evakuasi.

"Gempa alias musibah alam nan baru saja menimpa sahabat alias saudara-saudara kita di Nusa Tenggara Timur (NTT), nan tentunya sejak hari pertama saya berkomunikasi, berkoordinasi dengan Menteri Pekerjaan Umum, nan langsung terbang ke wilayah bencana, beliau untuk memastikan alat-alat berat segera dideploy, segera dikerahkan. Untuk pertama ya tentu membantu proses evakuasi," kata AHY dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

AHY menyampaikan pemerintah turut bersungkawa atas korban akibat musibah tersebut. Namun, menurutnya, proses pemindahan menjadi perihal nan kudu didahulukan.

"Kita sungguh bersungkawa kehilangan, tapi pemindahan itu kudu nomor satu," ujarnya.

Setelah proses evakuasi, pemerintah juga memastikan tidak ada wilayah nan terisolasi akibat kerusakan infrastruktur. Jalan nan terputus maupun terdampak longsor bakal segera dibersihkan dan ditangani.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat konvensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat konvensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat konvensi pers di kantornya, Jakarta, Rabu (19/8/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

"Yang kedua, memastikan agar tidak ada wilayah nan terisolir, jalan-jalan putus nan terhambat, nan mungkin terjadi longsor nan besar, nan berat, maka kudu segera dibersihkan, ditangani," ucap dia.

Tahap berikutnya adalah pemulihan prasarana dasar nan dibutuhkan masyarakat. AHY menyebut akses air dan listrik menjadi bagian nan kudu segera dipastikan kembali.

"Dan nan ketiga, memulihkan kembali prasarana dasar: air, listrik, dan lain sebagainya. Ini kudu dipastikan, lantaran itu nan paling mendasar bagi masyarakat," sebutnya.

Menurut AHY, pemulihan akses prasarana menjadi krusial agar support kepada masyarakat terdampak dapat melangkah lebih lancar. Ia mengatakan, pengalaman penanganan musibah sebelumnya menunjukkan bahwa wilayah nan terisolasi akibat jalan terputus menyulitkan pengedaran bantuan.

"Nah selebihnya jika itu sudah digelar maka support logistik, makanan, obat-obatan bisa lebih lancar. Karena belajar dari pengalaman musibah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat musibah nan lalu, ketika terjadi wilayah nan terisolir akibat jalan nan terputus, maka bakal susah sekali bagi petugas untuk memberikan support logistik, makanan maupun obat-obatan. Dan ini nan kita kudu dahulukan," pungkas AHY.

(wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya