Satpol PP Depok Ratakan 420 Lapak PKL Liar di Pasar Cisalak

4 jam yang lalu 5
Satpol PP Depok Ratakan 420 Lapak PKL Liar di Pasar Cisalak Satpol PP menertibkan ratusan lapak PKL di sekitar Pasar Cisalak, Jalan Raya Bogor, Kota Depok, Jawa Barat, Senin (10/8/2026) .(MI/Kisar Rajagukguk-HO)

SATUAN Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Depok, Jawa Barat, menggusur sedikitnya 420 gedung dan lapak pedagang kaki lima (PKL) liar di sepanjang Jalan Raya Bogor, sekitar area Pasar Cisalak, Kelurahan Cisalak Pasar, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Senin (10/8).

Langkah tegas ini diambil untuk mengembalikan kegunaan akomodasi umum seperti trotoar dan bahu jalan, menata estetika kawasan, serta mengurai titik kemacetan lampau lintas nan kerap dikeluhkan pengguna jalan.

Pantauan di lapangan menunjukkan proses penertiban menggunakan perangkat berat buldozer sempat diwarnai tindakan protes dan teriakan dari ratusan PKL serta penduduk setempat. 

Mereka keberatan saat peralatan dagangan maupun gerobak mereka diratakan petugas. Namun, penertiban tetap dilanjutkan demi menegakkan aturan.

"Penertiban dilakukan untuk mengembalikan kegunaan akomodasi pejalan kaki dan mengatasi kemacetan lampau lintas di Jalan Raya Bogor, khususnya depan Pasar Cisalak," tegas salah satu petugas Satpol PP Kota Depok, Wandi, di letak kejadian.

Wandi menjelaskan bahwa tindakan tegas ini berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) tentang Ketertiban Umum serta patokan kepala wilayah terkait. Pihaknya memastikan penertiban tidak dilakukan secara mendadak.

"Sebelum penertiban sudah didahului dengan sosialisasi, pemberian surat peringatan, dan imbauan persuasif agar pedagang dan penduduk membongkar mandiri," tambah Wandi.

SOLUSI RELOKASI KE GEDUNG UTAMA
Keberadaan ratusan lapak liar di luar area pasar rupanya turut membawa akibat jelek bagi suasana upaya di dalam gedung resmi. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Kadisdagin) Kota Depok, Widyati Ryandani, mengungkapkan bahwa menjamurnya PKL liar menjadi penyebab utama sepinya gedung utama Pasar Cisalak.

"Fenomena pasar sunyi akibat PKL pembeli lebih memilih berbelanja di luar gedung pasar nan dianggap lebih praktis dan mudah diakses. Hal ini memicu penurunan omzet bagi pedagang resmi di dalam pasar nan kudu menanggung biaya retribusi," ungkap Widyati.

Dia memastikan Pemkot Depok telah menyiapkan langkah antisipasi bagi 420 PKL nan terdampak penertiban agar tetap bisa mengais rezeki secara legal dan tertib.

"Kami memberikan solusi. Kami mau Kota Depok kondisinya kondusif dan nyaman, termasuk di pusat perdagangan. Kita berambisi semua nyaman, pemerintah nyaman, masyarakat nyaman dan pedagang pun kondusif dan nyaman berjualan," jelasnya.

Saat ini, kapabilitas gedung utama Pasar Cisalak bisa menampung hingga 1.300 unit gerai dan hamparan. Namun, pemanfaatannya baru mencapai 50% alias sekitar 650 kios.

"Artinya, tetap tersedia 650 slot gerai nan sangat cukup untuk menampung seluruh pedagang nan direlokasi," pungkasnya. (KG/P-2)

Selengkapnya