Satu ABK WNI belum Ditemukan Usai Kapal MV Tihamah Diserang Drone Houthi

1 jam yang lalu 3
Satu ABK WNI belum Ditemukan Usai Kapal MV Tihamah Diserang Drone Houthi Foto ini memperlihatkan peluncuran sebuah pesawat nirawak (drone) nan diduga diarahkan ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026.(Houthi Media Center)

SATU anak buah kapal (ABK) penduduk negara Indonesia (WNI) dilaporkan tetap belum ditemukan setelah kapal MV Tihamah menjadi sasaran serangan drone golongan Houthi di area Selat Bab Al Mandab, Yaman, pada Selasa (11/8). Dari total tiga ABK WNI nan berada di kapal tersebut, satu orang mengalami luka ringan dan satu lainnya tengah menjalani perawatan medis.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat terus memantau perkembangan kejadian ini secara intensif. Direktur Perlindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyatakan bahwa pihaknya tengah berkoordinasi dengan beragam otoritas untuk mendapatkan kepastian mengenai kondisi para awak kapal.

Berdasarkan info nan dihimpun KBRI Muscat, MV Tihamah mengangkut total 11 ABK, nan terdiri dari delapan penduduk negara Pakistan dan tiga penduduk negara Indonesia. "Insiden terjadi ketika kapal tersebut sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al Mandab, Murad, Yaman," ujar Heni saat dihubungi Media Indonesia, Rabu (12/8).

Kondisi ABK WNI

Informasi mengenai kondisi para awak diperoleh melalui komunikasi langsung dengan ABK Indonesia nan selamat. Berikut adalah rincian kondisi tiga WNI tersebut:

  • Satu ABK mengalami luka ringan akibat terkena serpihan ledakan dan tidak memerlukan perawatan inap di rumah sakit.
  • Satu ABK mengalami luka-luka dan saat ini tetap dirawat di rumah sakit dengan kondisi nan dilaporkan stabil.
  • Satu ABK lainnya hingga sekarang belum ditemukan.

Terdapat dugaan bahwa ABK nan lenyap tersebut menjadi salah satu korban meninggal bumi dalam serangan drone tersebut. Namun, Heni menegaskan bahwa Kemlu tetap melakukan koordinasi mendalam untuk memperoleh kepastian sah mengenai keberadaan dan status korban.

Langkah Perlindungan dan Koordinasi

KBRI Muscat terus menjalin komunikasi dengan Kementerian Luar Negeri Yaman, pihak perusahaan operator kapal, serta dua ABK WNI nan selamat. Langkah ini diambil untuk memastikan perlindungan maksimal dan memantau perkembangan situasi keamanan di letak kejadian.

"Upaya kami mencakup penanganan medis bagi ABK nan terluka serta persiapan fasilitasi kepulangan WNI nan selamat ke Indonesia," tambah Heni. Kendati demikian, proses repatriasi baru bakal dilaksanakan setelah kondisi kesehatan korban membaik dan situasi keamanan di Yaman memungkinkan.

Selain penanganan di lokasi, perwakilan RI juga memberikan pendampingan dan info berkala kepada family para WNI nan terdampak di tanah air.

Jalur Rawan Bab Al Mandab

Insiden nan menimpa MV Tihamah menambah daftar panjang serangan terhadap kapal komersial di area Bab Al Mandab. Jalur strategis nan menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden ini memang menjadi titik rawan akibat bentrok bersenjata nan terus bergejolak.

Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa keselamatan WNI nan bekerja di sektor pelayaran internasional menjadi prioritas utama. Kemlu RI dan KBRI Muscat berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga seluruh WNI terdampak mendapatkan penanganan nan semestinya dan dapat kembali ke Indonesia dengan aman. (Fer/I-1)

Selengkapnya