Satu Dekade Menahan Rindu, BRI Kasih Kejutan ke PMI di Taiwan

42 menit yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Kerinduan Yuni Lestari (34) terhadap family setelah nyaris satu dasawarsa bekerja sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Taiwan akhirnya terobati.

Dalam rangkaian Festival Budaya di New Taipei City, Taiwan, nan digelar pada Minggu (23/8), Direktur Utama BRI Hery Gunardi memberikan langsung kejutan spesial dengan mempertemukan Yuni berbareng sang ibu. Sang ibu, Suyati (54), datang langsung dari Pati, Jawa Tengah, melalui program Tali Kasih "Teman Seperjuangan BRI".

Pertemuan tersebut menjadi momen spesial bagi Yuni, dimana sejak pertama kali dia berangkat ke Taiwan sekitar 10 tahun lampau dia belum pernah kembali pulang ke Indonesia. Di kembali keputusannya untuk tidak pulang, terdapat perjalanan panjang sebagai anak, ibu, sekaligus satu tumpuan ekonomi family nan memilih merantau demi memperbaiki kehidupan orang-orang terdekatnya.

Keputusan Yuni bekerja di Taiwan bermulai ketika kondisi ekonomi keluarganya berubah setelah sang ayah mengalami kecelakaan. Yuni kemudian bekerja sebagai caregiver dan menggunakan sebagian besar penghasilannya untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

"Perjalanan saya sebagai PMI juga diwarnai beragam tantangan. Dalam beberapa pekerjaan sebelumnya, saya sempat menghadapi beban kerja nan cukup berat. Saya sangat tidak menyangka akhirnya bisa berjumpa dengan ibu saya. Terima kasih BRI dan Pak Hery Gunardi," ucap Yuni dikutip Senin (24/8/2026).

Setelah bertahun-tahun menjalani penantian panjang dan jauh dari keluarga, pertemuan tersebut menjadi momen nan begitu berfaedah bagi Yuni dan sang ibu. Suyati pun menyampaikan apresiasinya kepada BRI dan Direktur Utama BRI Hery Gunardi atas kesempatan nan diberikan sehingga dirinya dapat berjumpa langsung dengan Yuni di Taiwan.

"Saya tidak menyangka bisa mendapatkan kesempatan ini. Terima kasih kepada Bapak Direktur Utama BRI Hery Gunardi dan seluruh tim BRI nan sudah membantu saya hingga bisa berjumpa dengan anak saya di Taiwan. Semoga teman-teman nan sedang berjuang jauh dari family juga selalu diberikan semangat," ungkap Suyati.

Kejutan bagi Yuni pun tidak berakhir pada pertemuan dengan sang ibu. BRI turut memfasilitasi tiket perjalanan Taiwan-Indonesia, memberikan kesempatan bagi Yuni untuk kembali ke Tanah Air setelah nyaris satu dasawarsa bekerja jauh dari rumah. Bagi Yuni, kesempatan tersebut bukan sekadar perjalanan pulang, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali berkumpul dengan family nan selama ini menjadi argumen utama di kembali perjuangannya di Taiwan.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa program Tali Kasih "Teman Seperjuangan BRI" merupakan bagian dari upaya BRI membangun kedekatan dengan organisasi PMI.

Menurutnya, besarnya kontribusi PMI bagi family di Tanah Air perlu diiringi dengan support nan sesuai dengan kebutuhan mereka selama bekerja di luar negeri.

"Bagi BRI, PMI merupakan kawan seperjuangan nan bekerja keras untuk membangun kehidupan nan lebih baik bagi family di Tanah Air. Oleh lantaran itu, kami mau kehadiran BRI dapat dirasakan lebih dekat, bukan hanya melalui jasa finansial, tetapi juga melalui perhatian terhadap perjalanan dan kebutuhan mereka," ucapnya.

Program Tali Kasih "Teman Seperjuangan BRI" menjadi bagian dari komitmen BRI untuk membangun hubungan nan lebih dekat dengan PMI, tidak hanya saat mereka bekerja dan mengirimkan remitansi ke Indonesia, tetapi sepanjang perjalanan mereka dalam mempersiapkan masa depan.

"Ke depan, BRI mendorong agar penghasilan nan diperoleh selama bekerja di luar negeri dapat dikelola secara lebih produktif melalui peningkatan literasi keuangan, tabungan, investasi, kepemilikan aset, hingga persiapan modal upaya dan pengembangan keterampilan. Dengan support ekosistem BRI nan menjangkau beragam wilayah di Indonesia, tPMI diharapkan dapat kembali ke Tanah Air bukan hanya membawa hasil dari bertahun-tahun bekerja, tetapi juga memilikibekal finansial, keterampilan, dan kesiapan untuk membangun sumber penghidupan nan berkepanjangan bagi diri sendiri dan keluarganya," pungkas Dhanny.

(dpu/dpu) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya