ARTICLE AD BOX
loading...
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam Peresmian 5 Bendungan di Indonesia serentak dari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Foto/BPMI Setpres
LOMBOK BARAT - PT Pindad sukses memperoleh perjanjian kerja sama dengan Arab Saudi untuk memproduksi senjata khususnya senapan dan senapan mesin bagi angkatan bersenjata negara tersebut. Hal tersebut disampaikan Presiden Prabowo Subianto .
Menurut Prabowo, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa produk industri pertahanan Indonesia telah mendapat pengakuan internasional. "Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan dapat perjanjian dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi bakal dibangun oleh PT Pindad , Saudara-saudara. Senjata kita teruji," ujar Prabowo saat memberikan sambutan dalam Peresmian 5 Bendungan di Indonesia, serentak dari Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026).
Mulanya, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pembenahan terhadap badan upaya milik negara (BUMN) nan selama bertahun-tahun dinilai tidak efisien. Ia mengatakan ratusan BUMN telah ditutup sebagai bagian dari upaya meningkatkan tata kelola dan efisiensi perusahaan pelat merah.
Baca Juga: Prabowo Ratas dengan Dirut Dirgantara dan Pindad, Bahas Apa?
Menurut Prabowo, hingga saat ini pemerintah telah menutup sekitar 240 BUMN nan dinilai tidak melangkah dengan baik. Jumlah tersebut ditargetkan bertambah menjadi 250 pada akhir Juli 2026 dan mencapai sekitar 800 BUMN pada akhir tahun.
"Ini kita tertibkan. Sampai akhir bulan Juli, sampai hari ini kita sudah tutup 240 BUMN nan nggak beres sudah kita tutup. Nanti akhir Juli ini bakal 250 BUMN kita tutup. Desember 31, 2026 bakal tutup jumlahnya 800 BUMN nan tidak efisien, nan tidak pernah untung, nan merugi terus, kita tutup," papar Prabowo.
Prabowo menambahkan, langkah penataan tersebut telah menghasilkan penghematan anggaran nan disebut mendekati Rp70 triliun, terutama dari efisiensi biaya operasional dan pengeluaran direksi. “Dari penghasilan dewan saja sampai sekarang, overhead dan penghasilan kita sudah bisa menghemat mendekati Rp70 triliun. Rp70 triliun sudah kita hemat."









English (US) ·
Indonesian (ID) ·