Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa dan juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang merancang pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi seperti RON 90 alias Pertalite. Rencana pembatasan itu bakal bertindak untuk golongan tertentu seperti desil 9 dan desil 10.
Purbaya menjelaskan, bahwa kemungkinan bakal diimplementasikan pembatasan subsidi BBM Pertalite untuk golongan alias desil 9 dan 10. "Tadi kita membahas kemungkinan penerapan pembatasan subsidi Pertalite untuk nan tingkat atas, mungkin desil 9, 10 agar kelak berapa bulan kemudian kita bisa kurangi secara bertahap," terang Purbaya ditemui di Kantor Kemenkeu, dikutip Rabu (12/8/2026).
Sebagai gambaran desil 9 merupakan golongan menengah atas dan desil 10 adalah golongan kelas atas. "Sedang kita pelajari sistemnya, saya juga sudah sempat memandang sistem Pertamina sudah cukup baik sehingga siap bisa dilaksanakan gitu," tambah Purbaya.
Sayangnya Purbaya tetap belum mendetilkan kapan penyelenggaraan pembatasan pengguna BBM Pertalite bagi desil-desil tertentu itu. nan terang, pemerintah sedang menyiapkan sistem tersebut.
Kendaraan Roda Dua Tidak Dibatasi
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menambahkan, bahwa, rencana pembatasan pemakaian BBM pertalite bagi desil tertentu,upaya pemerintah menyalurkan BBM bersubsidi tepat sasaran.
"Selama ini kan kita tahu teman-teman, sebagian subsidi tidak tepat sasaran. Masa orang kaya kudu kita subsidi, contoh Pertalite. Desil 9 desil 10 tetap dapat subsidi. Nah ini nan kita mulai telaah sistemnya segala macam agar apa? Angka subsidi nan ratusan triliun ini betul-betul diberikan kepada saudara-saudara kita nan berkuasa menerima,"
"Dan ini kan sejalan dengan apa nan diarahkan oleh Bapak Presiden. Maka dari itu kami melakukan rapat koordinasi rapat menteri, seperti itu," ungkap Bahlil di lokasinya nan sama, dikutip Rabu (12/8/2026).
Bahlil menambahkan, pengguna sepeda motor tetap diperbolehkan membeli BBM Pertalite seperti biasanya. Pembatasan BBM subsidi sebenarnya menyasar jenis kendaraan nan dianggap tidak layak menerimanya seperti BMW dan Mercedes-Benz sebagai kategori kendaraan mewah.
"Nggak, sepeda motor nggak dibatasi kok. Berarti nggak ada perubahan untuk sepeda motor. Hati-hati loh Anda jadiin titel loh hati-hati ya makasih. Jadi gini, kelak menyangkut pembatasan itu kelak kan ada jenis kendaraan ya, jangan pakai BMW pakai Mercy masa pakai minyak subsidi. Itu nan dimaksudkan oleh Pak Menteri (Purbaya) tadi," katanya.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·