Jakarta, CNBC Indonesia - Sosok Natalie Harp sekarang menjadi pembicaraan di media Amerika Serikat (AS). CNN International apalagi menulis tulisan unik tentang dirinya.
Harp disebut sebagai sosok nan semakin dekat dengan Presiden Donald Trump. Ia muncul pertama kali di Oktober 2023, saat dijadwalkan datang ke pengadilan di New York untuk menghadapi masalah norma Trump waktu itu.
Saat iring-iringan kendaraan Trump berakhir di luar Trump Tower, keributan terjadi di lobi. Ini lantaran Harp bersikeras bahwa Trump secara pribadi memintanya untuk datang dalam persidangan tersebut, meski tak ada tempat untuknya dalam kendaraan.
Ia nan nekad lampau rela masuk ke bagasi sebuah SUV. Dua sumber membenarkan ditambah beberapa bukti foto nan diperoleh CNN International.
Sebenarnya, kejadian itu sebenarnya adalah awal. Setelahnya, hanya dalam beberapa tahun saja, Harp sekarang berubah menjadi sosok nan selalu berada di sisi Trump dan mempunyai "dedikasi sangat tinggi".
Siapa Natalie Harp?
Natalie Harp sendiri merupakan mantan pembawa aktivitas televisi sayap kanan. Ia mulai bekerja untuk Trump setelah menganggap sang Presiden telah menyelamatkan hidupnya.
Sejak itu, Harp menjadi salah satu penghubung utama antara presiden dan bumi luar. Ia menyampaikan pesan dari para sekutu Trump, mengatur pertemuan, mengetik unggahan di Truth Social, serta membawa cetakan artikel-artikel nan memuji Trump, sembari terus berada di dekat sang presiden nyaris sepanjang waktu.
"(Trump) menyukai perhatian dan kebenaran bahwa dia 100% berkomitmen dan loyal," kata seorang penasihat Gedung Putih dikutip Rabu (19/8/2026).
"Dia tidak meragukan dan tidak mempertanyakan," ujarnya.
Kenaikan Posisi nan Cepat
Kenaikan posisi Harp nan begitu sigap di lingkaran Trump menjadi sorotan. Awalnya, dia disebut berdedikasi besar sejak berasosiasi dengan staf Trump pada 2022.
Meskipun tidak mempunyai kedudukan resmi dalam kampanye pemilihan kembali Trump tahun itu, Harp mengikuti Trump ke beragam penjuru AS. Ia terus-menerus memberikan buletin positif, unggahan media sosial, dan beragam korespondensi kepadanya.
"Karena itu, para sekutu Trump menjulukinya manusia printer," muat CNN International.
Dalam salah satu kesempatan, seorang personil parlemen Partai Republik menggambarkan sungguh pentingnya posisi Harp bagi Trump. Ia mengatakan bahwa meskipun terkadang menghubungi presiden secara langsung, mereka selalu memastikan Harp mengetahuinya.
"Dia selalu merespons. Saya tidak tahu gimana dia mengatur semuanya," kata sumber itu.
Selain meneruskan pesan kepada Trump, Harp juga sering secara pribadi mengirimkan tulisan alias catatan kepada personil parlemen atas nama Presiden. Sejak mengikuti Trump ke Gedung Putih, sejumlah sumber mengatakan Harp selalu datang di beragam kegiatan.
Dalam video penandatanganan arsip dan aktivitas di Ruang Oval misalnya, Harp sering terlihat di sisi ruangan, tersenyum alias mengangguk mengikuti perkataan Trump. Ia juga kerap menjadi salah satu dari golongan mini ajudan nan berada di dekat Trump ketika presiden melakukan perjalanan untuk menghadiri kampanye alias rapat umum.
"Natalie sangat cepat," ujar Trump mengatakan kepada para sekutunya setelah meminta Harp mencari alias mencetak sesuatu untuknya.
Sangat Protektif ke Trump
Perempuan berumur 35 tahun itu juga sangat protektif terhadap Trump dan pernah mengatakan kepada orang lain bahwa dirinya hanya melapor kepada Trump. Sikap tersebut membikin staf lain nan bekerja dalam struktur jenjang Gedung Putih merasa terganggu.
Membuat Para Pejabat Tidak Nyaman
Kedekatannya dengan Trump sekarang menjadi dinamika sendiri di Gedung Putih. Cara Harp bekerja telah membikin sejumlah pejabat senior tidak nyaman dan beberapa kali memicu upaya untuk menjauhkannya dari lingkaran dalam Presiden.
Salah satu sumber nan mengetahui dinamika tersebut mengatakan, beberapa penasihat Trump terkadang mau berjumpa secara pribadi dengan presiden. Tetapi, mereka kemudian mendapati Harp juga ikut berada dalam pertemuan tersebut.
Istana Terbang
Hubungan Harp dengan Trump kembali menjadi sorotan pekan ini setelah Senator Demokrat Jon Ossoff menyebut namanya dalam pidato nan sekarang viral dan menyerang Trump. Senator asal Georgia tersebut menyindir perjalanan presiden nan "bersama Natalie di istana terbang mereka nan tampaknya tidak mempunyai perlindungan, bingkisan dari Emir Qatar".
Pernyataan itu merujuk pada keikutsertaan Harp berbareng Trump dan golongan nan sangat terbatas ketika Trump diam-diam menaiki pesawat nan lebih mini untuk meninggalkan Turki pada Juli usai menghadiri KTT NATO. Kala itu Trump berganti pesawat dari Air Force One ke pesawat militer mini secara rahasia lantaran ada ancaman serangan Iran.
Namun perihal ini dikecam orang-orang dekat Gedung Putih. Mereka menilai pernyataan Ossoff memberikan kesan nan keliru. Seseorang nan mengetahui masalah itu mengatakan bahwa Harp dan Trump mempunyai hubungan seperti "ayah dan anak perempuan".
Unggahan "Kera" Obama
Sementara itu, awal tahun ini, Trump memicu kontroversi besar usai mengunggah dan kemudian menghapus sebuah video rasis nan menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan mantan ibu negara Michelle Obama sebagai monyet di dalam hutan. Unggahan tersebut memicu kritik dari beragam spektrum politik, menghasilkan serangkaian pemberitaan negatif dan memaksa Trump serta para ajudannya bekerja sigap untuk memberikan pembelaan.
Di lingkaran Trump, sejumlah sekutu dan penasihat secara pribadi menduga bahwa Harp merupakan orang nan bertanggung jawab atas unggahan tersebut. Pasalnya, dia termasuk salah satu dari sedikit ajudan nan mempunyai akses ke akun Truth Social Trump.
"Namun, mereka enggan menyebut namanya Harp secara terbuka," kata salah satu sumber.
"Mereka khawatir, jika Harp disebut sebagai pihak nan bertanggung jawab, dampaknya justru bakal membikin support Trump terhadap Harp semakin kuat," tambah sumber itu.
(sef/sef)
[Gambas:Video CNBC]

56 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·