Simak! Aturan Baru Sri Mulyani Soal Subsidi Bunga

  • Whatsapp

Jakarta, CNBC Indonesia – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperpanjang batas waktu pemberian subsidi bunga untuk para debitur yang terdampak pandemi Covid-19.

Hal ini sejalan dengan dirilisnya Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 50 tahun 2021 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 138/PMK.05/2020 tentang Tata Cara Pemberian Subsidi Bunga/ Subsidi Margin dalam rangka mendukung pelaksanaan program Pemulihan Ekonomi Nasional.

“Pemerintah telah memutuskan untuk memperpanjang jangka waktu/periode pemberian subsidi bunga/subsidi margin,” tulis PMK tersebut yang dikutip Jumat (11/6/2021).


Untuk tahun 2021, subsidi bunga diberikan dalam jangka waktu paling lama 6 bulan yang mulai berlaku sejak tanggal 1 Januari 2021 hingga 30 Juni 2021.

Adapun subsidi bunga diberikan kepada debitur perbankan, perusahaan pembiayaan, dan Lembaga Penyalur Program Kredit Pemerintah yang memenuhi persyaratan.

Untuk debitur perbankan dan perusahaan pembiayaan harus memenuhi persyaratan yakni:

a. merupakan UMKM dengan plafon kredit/pembiayan paling tinggi Rp 10 miliar
b. memiliki baki debet/pembiayaan sampai dengan 29 Februari 2020
c. tidak masuk dalam daftar hitam nasional untuk plafon kredit/pembiayaan di atas Rp 50 juta
d. memiliki kategori performing loan lancar dihitung per 29 Februari 2020
e. wajib memiliki NPWP

Dalam pasal 7 ayat 4 disebutkan bahwa subsidi bunga juga diberikan untuk debitur lainnya yakni yang melakukan KPR sampai dengan tipe 70 serta juga debitur kredit kendaraan bermotor untuk usaha produktif, termasuk yang digunakan untuk ojek atau usaha informal.

Subsidi bunga untuk tahun 2021 diberikan dengan besaran:

1. plafon kredit Rp 10 juta diberikan subsidi sebesar bunga atau kredit yang dibebankan kepada debitur dan paling tinggi 25%
2. plafon kredit/pembiayaan di atas Rp 10 juta sampai Rp 500 juta diberikan subsidi bunga paling tinggi 3%
3. plafon kredit di atas Rp 500 juta – Rp 10 miliar akan diberikan subsidi bunga paling tinggi 1,5%

Cek aturan lengkapnya di sini!

[Gambas:Video CNBC]

(mij/mij)

Pos terkait