Sisa Libur Panjang 2026 Tinggal Natal, Pengusaha Travel Gas Cari Cuan

15 jam yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat nan sudah merencanakan liburan akhir tahun perlu mulai mencermati kalender. Setelah libur Maulid Nabi Muhammad SAW pada 25 Agustus 2026, tidak ada lagi tanggal merah hingga Desember.

Berdasarkan almanak pemerintah, sisa hari libur nasional dan libur berbareng 2026 hanya berada pada periode Natal. Cuti berbareng ditetapkan pada Kamis, 24 Desember, sedangkan Jumat, 25 Desember merupakan libur nasional Natal.

Jadwal tersebut membuka kesempatan masyarakat mendapatkan waktu rehat nan lebih panjang. Bagi pekerja nan mempunyai agenda libur Sabtu dan Minggu, periode tersebut apalagi dapat menjadi rangkaian libur empat hari hingga Minggu, 27 Desember.

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Budijanto Ardiansjah memandang momentum Natal tetap mempunyai prospek bagi industri perjalanan. Pola liburan masyarakat pada periode tersebut membikin pemasok perjalanan tetap mempunyai ruang untuk mendorong penjualan.

"Untuk Nataru tetap optimis lantaran sekolah rata-rata libur dan memang biasanya masyarakat sudah menjadwalkan untuk libur di periode tersebut," kata Budijanto kepada CNBC Indonesia, Rabu (26/8/26).

Kesempatan libur panjang berikutnya baru datang menjelang Natal. Kondisi almanak ini membikin momentum akhir tahun menjadi salah satu periode nan kembali diandalkan masyarakat untuk bepergian.

Tidak adanya tanggal merah di tengah pekan selama beberapa bulan ke depan membikin masyarakat kudu lebih selektif mengatur waktu perjalanan. Liburan akhir tahun pun berpotensi menjadi salah satu momen utama untuk melakukan perjalanan setelah periode Agustus.

Bagi industri travel, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk kembali menarik konsumen. Strategi penjualan tidak hanya berjuntai pada harga, tetapi juga gimana pemasok perjalanan menawarkan pilihan perjalanan nan sesuai dengan kondisi pasar.

"Kuncinya ada di penemuan & promosi," kata Budijanto.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya