Sistem Prefabrikasi Masuk Fase Komersial Premium

1 jam yang lalu 2
Sistem Prefabrikasi Masuk Fase Komersial Premium Pabrikasi anyaman di Bali.(Dok. ViroFab)

VIROLAB memasuki fase market-ready setelah menguji sistem prefabrikasinya melalui TenuNYamaN sebagai pilot projectpada ARCH 2026. Kesiapan ini ditunjukkan di JIA Curated 2026 melalui gedung utuh nan dirakit di letak dalam waktu sedikit lebih dari satu minggu untuk kebutuhan proyek luxury hospitality dan premium residential di area tropis.

Executive Vice President PT Polymindo Permata Johan nan mengatakan, fase ini menandai pergeseran konsentrasi dari pembuktian konsep ke penerapan sistem pada proyek nyata.

“Fokus kami sekarang bukan lagi sekadar menunjukkan bahwa prefabrikasi dapat bekerja, tetapi bahwa ViroFab siap diterapkan dengan kepastian kualitas, waktu, dan biaya tanpa mengurangi kebebasan desain,” ujarnya, belum lama ini,

Ia menjelaskan, TenuNYamaN di JIA Curated 2026 (13-17 Agustus 2026) di Pantai Pengembak, Sanur, Bali, ditampilkan sebagai living showcase yang dapat dimasuki dan dievaluasi langsung. Seluruh komponen gedung difabrikasi di pabrik lampau dirakit di lokasi, dengan waktu bangunan sedikit lebih dari satu minggu.

Peralihan ke fase market-ready, kata dia, juga menyoroti persoalan utama proyek premium: ketidakpastian jadwal, pembengkakan biaya, dan konsistensi kualitas.

Melalui sistem off-site fabrication, pekerjaan dilakukan di pabrik nan lebih terkontrol sehingga proses dapat melangkah paralel, waktu lebih terukur, dan perencanaan biaya lebih awal. Pendekatan ini juga menjaga konsistensi hasil pada proyek berskala besar.

Johan menegaskan bahwa nilai utama sistem ini bukan hanya kecepatan.

“Kami menghadirkan certainty for luxury development,” katanya.

ViroFab dikembangkan dengan enam prinsip, yakni Assured Quality, Precise Timeline, Calculated Budget, Customizable Design, Tropical Durability, dan Low Maintenance.

Sistem ini memungkinkan produksi panel nan presisi, agenda nan lebih pasti, perkiraan biaya nan lebih akurat, serta elastisitas kreasi bagi arsitek. Seluruhnya dirancang untuk kondisi suasana tropis dengan kebutuhan perawatan nan lebih rendah.

Dirancang untuk Pasar Tropis Premium

Johan mengungkapkan, Bali dipilih sebagai letak lantaran tingginya kebutuhan proyek luxury hospitality yang menggabungkan desain, pengalaman ruang, dan karakter alam.

Sistem ini ditujukan untuk pengembangan luxury villas, boutique resorts, wellness retreats, island developments, beachfront hospitality, hingga premium residential.

Filosofi nan diusung adalah We do not build against nature. We weave within it, nan menempatkan arsitektur sebagai bagian dari lingkungan.

Pengalaman Ruang Terintegrasi

TenuNYamaN juga dirancang sebagai sensory living experience yang menggabungkan arsitektur, interior, furnitur, pencahayaan, lanskap, material, hingga fragrance dalam satu kesatuan ruang.

“Kami mau visitor merasakan gimana seluruh komponen bekerja berbareng menciptakan pengalaman ruang, bukan hanya memandang produk secara terpisah,” kata Johan.

Proyek ini melibatkan kerjasama beragam pihak, dengan VIRO dan Häfele Indonesia sebagai lead collaboration, serta mitra lain seperti HUBU, ROCA, QUADRA, ROMAN, MONOLIT, RZB, VANIA, GOODVIBES, ASTA, ARCSTONE, TEKA, dan INLITE.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa proyek premium memerlukan integrasi manufaktur, desain, material, teknologi, dan craftsmanship dalam satu sistem.

Selain proses konstruksi, lanjut dia, ViroFab juga menawarkan agunan dua tahun untuk abnormal manufaktur dan struktural, serta opsi extended warranty hingga 10 tahun melalui perjanjian layanan.

Skema ini menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian jangka panjang terhadap performa bangunan.

Dengan masuknya fase market-ready, ViroFab sekarang mulai diarahkan untuk penerapan komersial pada proyek luxury hospitality dan premium residential, sekaligus menawarkan pendekatan baru bangunan di area tropis nan menggabungkan efisiensi, kepastian, dan pengalaman ruang. (Z-10)

Selengkapnya