Sport Tourism dan Pemberdayaan UMKM di Transmigrasi Festival 2026 Fun Run

42 menit yang lalu 1
Sport Tourism dan Pemberdayaan UMKM di Transmigrasi Festival 2026 Fun Run Fun Run Transmigrasi Festival 2026(Dok.Kementerian Transmigrasi)

SEMARAK Fun Run 6K nan digelar di area Kaliurang, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta telah menjadi bagian dari kemeriahan rangkaian aktivitas Transmigrasi Festival 2026.

Kegiatan nan dilaksanakan di D’Kaliurang Camping Ground, pada Minggu (23/8) kolaborasi Balai Besar Pelatihan dan Pemberdayaan Masyarakat Transmigrasi (BBPPMT) Yogyakarta dengan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Sleman. 

Acara ini tidak hanya menyasar masyarakat nan dekat dengan unsur ketransmigrasian, melainkan juga dirancang untuk memperkenalkan Transmigrasi kepada beragam kalangan, termasuk generasi muda. Dengan mengusung sport tourism, para peserta bisa merasakan pengalaman wisata olahraga sembari menikmati keelokan lereng Merapi nan terbentang disepanjang rute perjalanan sejauh 6 kilometer. 

Olahraga, Pariwisata, dan Pemberdayaan Masyarakat

Dengan menggabungkan unsur olahraga, pariwisata dan pemberdayaan masyarakat di dalamnya, BBPPMT Yogyakarta mencoba untuk mengambil kesempatan untuk memperkenalkan Transmigrasi kepada masyarakat luas melalui aktivitas olahraga nan sedang ‘naik daun’ ini.

“Kolaborasi dengan beragam pihak menjadi bagian krusial dalam memperkuat akibat kegiatan. Fun Run 6K diharapkan tidak berakhir sebagai aktivitas olahraga semata, tetapi juga bisa membuka ruang hubungan antara masyarakat, pelaku usaha, komunitas, pemerintah, dan beragam pemangku kepentingan.” ujar Tunggak.

Kepala BBPPMT Yogyakarta, Tunggak Santosa menyampaikan bahwa penyelenggaraan Fun Run 6K menjadi salah satu corak pendekatan baru dalam memperkenalkan program transmigrasi kepada masyarakat.

Menurutnya, pembangunan transmigrasi saat ini mempunyai cakupan nan lebih luas. Selain pembangunan kawasan, transmigrasi juga berangkaian erat dengan peningkatan kapabilitas masyarakat, pengembangan potensi lokal, penguatan ekonomi, serta pembuatan area nan bisa tumbuh secara berkelanjutan.

Ia mengatakan gelaran olahraga ini bukan sekadar arena lari biasa, melainkan sebagai ruang untuk mendorong perekonomian masyarakat sekitar khususnya bagi para pelaku upaya lokal untuk memperkenalkan produk dan jasanya.  Bukan hanya olahraga, dalam pagelaran ini beragam produk UMKM juga turut datang dan meramaikan. 

"Kehadiran UMKM dalam aktivitas Fun Run ini menjadi angin segar khususnya dalam menumbuhkan semangat pemberdayaan ekonomi lokal nan menjadi salah satu tujuan penyelenggaraan Transmigrasi Festival 2026, dimana masyarakat bisa secara langsung berinteraksi dan bertransaksi dengan para pelaku usaha," kata dia.

Ia menjelaskan aktivitas berskala besar seperti ini merupakan kesempatan manis bagi pelaku upaya lokal. Dalam aktivitas nan melibatkan beragam unsur dan kalangan ini, para pelaku upaya bisa menjangkau konsumen lebih luas lagi hingga membangun jejaring dengan organisasi dari beragam daerah.  Sejak awal acara, para peserta tampak begitu antusias mengikuti aktivitas ini. Selain berlari, mereka juga menikmati beragam akomodasi nan telah disiapkan, termasuk aktivitas pendukung selama aktivitas berlangsung. Sejumlah bingkisan dan doorprize yang dibagikan turut menambah kemeriahan hingga aktivitas berakhir.    

Kedepannya,kata dia,  BBPPMT Yogyakarta bakal terus berupaya untuk memperkenalkan beragam potensi area transmigrasi, mulai dari komoditas unggulan, budaya, produktivitas masyarakat, hingga kisah keberhasilan masyarakat dalam membangun area melalui agenda Transmigrasi Festival 2026 selanjutnya, antara lain Summer Course Festival Kopi di Rempang Eco City, Batam, Giat Literasi Storytelling Ketransmigrasian, dan Hari Bhakti Transmigrasi. (H-4)

Selengkapnya