Timnas Putri U-16 Hong Kong dan Malaysia berbagi poin setelah bermain seri 0-0 di Grup A Srikandi Merdeka Cup 2026(MI/Khoerun Nadif Rahmat)
PERTANDINGAN sengit tersaji dalam lanjutan Grup A Srikandi Merdeka Cup 2026 nan mempertemukan Timnas Putri U-16 Hong Kong melawan Malaysia. Berlaga di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, pada Jumat (14/8), kedua tim kudu puas berbagi nomor setelah mengakhiri pertandingan dengan skor kacamata 0-0.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Hong Kong langsung mengambil inisiatif serangan. Tekanan berkali-kali sempat membikin barisan pertahanan Malaysia bekerja ekstra keras di awal laga. Namun, memasuki pertengahan babak pertama, Malaysia perlahan mulai keluar dari tekanan dan menyeimbangkan arus permainan. Hingga waktu turun minum tiba, belum ada gol nan tercipta dari kedua belah pihak.
Memasuki babak kedua, intensitas pertandingan meningkat. Malaysia tampil lebih berani dengan pola permainan nan lebih terorganisasi. Jual-beli serangan pun tak terelakkan. Skuad didikan Fairuz Montana beberapa kali mencoba membongkar pertahanan Hong Kong melalui skema serangan kembali dan tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti. Kendati demikian, penyelesaian akhir nan kurang maksimal membikin skor 0-0 memperkuat hingga laga usai.
Tantangan Cuaca bagi Hong Kong
Pelatih Timnas Putri U-16 Hong Kong, Chan Shuk Chi, mengakui bahwa laga melangkah sangat kompetitif. Ia menyoroti aspek bentuk dan penyesuaian cuaca sebagai hambatan utama anak asuhnya. Sebelum tiba di Indonesia, skuad Hong Kong sempat menjalani agenda di Jepang nan mempunyai suhu jauh lebih dingin.
"Saya pikir ini adalah pertandingan nan sangat ketat. Karena pemain kami tetap muda, kekuatan mereka mungkin belum bisa mengimbangi kekuatan lawan," ujar Chan Shuk Chi. "Mereka tidak punya cukup waktu untuk beradaptasi dengan cuaca panas. Saya pikir kondisi itu juga cukup menantang untuk bermain."
Senada dengan sang pelatih, Kapten Hong Kong, Chueng Ching Yan, tetap mengapresiasi kerja keras rekan-rekannya. "Meski kami tidak mencetak gol, saya pikir tim kami sudah memberikan 100 persen keahlian dan mencurahkannya dalam pertandingan," tuturnya.
Malaysia Siap Hadapi Tuan Rumah
Di sisi lain, pembimbing Malaysia, Fairuz Montana, menyatakan kepuasannya atas performa tim. Ia memuji semangat juang para pemainnya nan dianggap tampil melampaui ekspektasi.
"Saya cukup happy dengan semua pemain-pemain Malaysia nan telah memberi saya rasa 200 persen pada game petang ini. Saya cukup bangga," kata Fairuz.
Hasil seri ini menjadi modal krusial bagi Malaysia sebelum menghadapi tantangan berat melawan tuan rumah Indonesia di laga berikutnya. Fairuz menyadari kekuatan Indonesia, namun dia tetap optimistis bisa meraih hasil maksimal.
"Dalam bola sepak tidak ada nan mustahil. Seperti mana nan saya bilang sebelumnya, angan saya mau mengalahkan pasukan tuan rumah, insya-Allah," tegasnya.
Kapten Malaysia, Keisha Adelina, menambahkan bahwa timnya hanya kurang beruntung dalam memaksimalkan peluang. "Saya pikir semua pemain sudah memberikan nan terbaik dan mengerahkan 100 persen usaha, tetapi keberuntungan tidak berpihak kepada kami," pungkas Keisha. (Z-10)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·