Standar Bangunan Hijau Dorong Efisiensi Industri Farmasi

1 jam yang lalu 2
Standar Bangunan Hijau Dorong Efisiensi Industri Farmasi PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melalui anak usahanya, Probiotec, membangun akomodasi Probiotec Multipack di Kemps Creek, New South Wales, Australia.(Dok. PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) )

SEKTOR gedung dan bangunan menjadi salah satu penyumbang emisi karbon dunia nan cukup besar. Karena itu, upaya menekan akibat lingkungan sekarang tidak hanya diarahkan pada efisiensi daya saat gedung beroperasi, tetapi juga pada pemilihan material dan proses pembangunan sejak tahap awal.

Laporan Global Status Report for Buildings and Construction 2025–2026 dari United Nations Environment Programme (UNEP) dan Global Alliance for Buildings and Construction mencatat sektor gedung dan bangunan menyumbang sekitar 37% emisi CO2 global. Hampir dua pertiganya berasal dari fase bangunan dan pemilihan material alias embodied carbon.

Kondisi tersebut membikin keputusan pada tahap kreasi dan pembangunan mempunyai pengaruh terhadap jejak karbon sebuah akomodasi dalam jangka panjang. Pendekatan serupa diterapkan PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) melalui anak usahanya, Probiotec, pada akomodasi Probiotec Multipack di Kemps Creek, New South Wales, Australia.

Fasilitas tersebut resmi meraih sertifikasi Green Star 6 Star dari Green Building Council of Australia (GBCA). Peringkat tersebut merupakan level tertinggi dalam sistem penilaian Green Star dan memberikan predikat World Leadership, ialah tingkat pengakuan tertinggi nan dapat diraih sebuah gedung dalam sistem tersebut.

Pencapaian itu mencerminkan pengembangan akomodasi nan mempertimbangkan efisiensi penggunaan energi, air, dan material. Probiotec Multipack juga dirancang dengan memperhatikan akibat lingkungan sepanjang siklus hidup bangunan, mulai dari pemilihan material, proses konstruksi, hingga operasional sehari-hari.

Salah satu aspek nan mendapat pengakuan adalah keahlian embodied carbon. Bagi akomodasi industri, aspek tersebut krusial lantaran jejak lingkungan gedung tidak hanya berasal dari daya nan digunakan selama operasional, tetapi juga dari material dan proses nan digunakan untuk membangun fasilitas.

Chief Executive Officer Probiotec Jessica Walters mengatakan pencapaian Green Star 6 Star menjadi bagian dari pendekatan perusahaan dalam membangun prasarana nan mendukung ketahanan dan daya saing upaya dalam jangka panjang.

"Pencapaian Green Star 6 Star di Kemps Creek adalah bukti bahwa keberlanjutan bukan sekadar inisiatif tambahan bagi Probiotec, melainkan bagian dari langkah kami merancang, membangun, dan mengoperasikan akomodasi co-packing alias jasa pengemasan kontrak," ujar Jessica Walters.

Menurut dia, standar tersebut juga mencerminkan komitmen jangka panjang Probiotec untuk menghadirkan solusi pengemasan nan efisien serta mempunyai akibat lingkungan lebih rendah bagi mitra di industri farmasi dan FMCG.

Implementasi prinsip keberlanjutan di akomodasi Kemps Creek terlihat dari sejumlah prasarana nan digunakan. Panel surya dipasang untuk memasok hingga 30% kebutuhan daya terbarukan. Fasilitas tersebut juga dilengkapi sistem pemanenan air hujan alias rainwater harvesting, pencahayaan LED cerdas, serta puluhan akomodasi pengisian kendaraan listrik alias EV charging di area operasional.

Pengelolaan lingkungan juga diterapkan melalui sistem manajemen berstandar ISO 14001. Mengacu pada Sustainable Packaging Guidelines, Probiotec menyediakan akomodasi daur ulang untuk material karton, kertas, dan plastik di sejumlah letak operasional.

Praktik tersebut diarahkan untuk memastikan pengelolaan material nan lebih bertanggung jawab di sepanjang rantai produksi nan melayani kebutuhan industri farmasi dan FMCG.

Selain memperoleh Green Star 6 Star, Probiotec Multipack juga meraih ranking NABERS Embodied Carbon pertama di Australia. Fasilitas tersebut turut memenangkan 2026 UDIA NSW Excellence in Industrial Development Award.

Penghargaan itu diraih berkah kreasi akomodasi nan dinilai menetapkan standar baru dalam efisiensi gedung dan aspek lingkungan. Probiotec Multipack juga diarahkan menjadi standar percontohan alias benchmark bagi manufaktur farmasi nan memenuhi standar Therapeutic Goods Administration (TGA) Australia.

Bagi PYFA, pencapaian tersebut tidak berakhir pada satu fasilitas. Melalui Probiotec, perseroan berencana memperluas penerapan praktik keberlanjutan ke akomodasi lain dalam jaringan operasional grup.

Langkah tersebut mencakup peningkatan efisiensi manufaktur, pengelolaan limbah, serta penggunaan material nan lebih bertanggung jawab. Perseroan juga bakal mengeksplorasi kesempatan sertifikasi dan inisiatif keberlanjutan lainnya di fasilitas-fasilitas grup, termasuk di Indonesia.

Dari sisi bisnis, penerapan standar lingkungan pada akomodasi industri dinilai tidak hanya berangkaian dengan pengurangan akibat terhadap lingkungan. Investasi tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan efisiensi jangka panjang sekaligus memperkuat ketahanan operasional perusahaan dalam menghadapi tuntutan rantai pasok global.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari agenda ESG PYFA secara lebih luas. Perusahaan nan tercatat di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham PYFA ini mempunyai sejumlah unit upaya di sektor farmasi, termasuk PT Holi Pharma, PT Ethica Industri Farmasi, dan Probiotec Multipack.

Melalui pengembangan akomodasi nan memperhatikan efisiensi energi, air, material, serta pengelolaan emisi sejak tahap pembangunan, PYFA menempatkan aspek keberlanjutan sebagai bagian dari pengembangan prasarana dan operasional bisnis. Ke depan, penerapan praktik tersebut diharapkan dapat diperluas ke jaringan akomodasi grup untuk mendukung aktivitas manufaktur nan lebih efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. (E-1)

Selengkapnya