Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Gizi Nasional (BGN) belum bakal membuka alias mengaktifkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur baru untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam waktu dekat.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan, penghentian sementara tersebut dilakukan agar pemerintah dapat terlebih dulu membenahi pengelolaan sekitar 27.000 SPPG nan saat ini telah beroperasi.
Adapun pembenahan itu, katanya, mencakup tata kelola, sanitasi, keuangan, hingga manajemen operasional dapur MBG. Pemerintah tidak mau menambah jumlah dapur sebelum persoalan di unit nan sudah melangkah diselesaikan.
"Izinkan kami membereskan 27.000 SPPG nan sudah operasional dulu soal tata kelola, aturan, peraturannya itu mesti betul dulu. Jangan sampai ini belum beres, kita buka-buka-buka, akhirnya numpuk masalah," kata Sudaryono dalam konvensi pers di instansi Kemenko Bidang Pangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).
Kebijakan tersebut juga bertindak bagi mitra nan mengaku telah menyiapkan dapur dan siap beroperasi, termasuk untuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sudaryono meminta para mitra, perbankan, serta pihak lain nan telah terlibat dalam persiapan dapur MBG untuk tidak terburu-buru menuntut pembukaan unit baru.
"Jadi, kami minta kepada barangkali ini kan ada nan siap mitra, ya. Kalau ada yang, 'Kok saya sudah jadi, Pak. Sudah 100%, Pak. Barangkali di 3T,' itu tetap itu kami sejenak deh," ujarnya.
Ia menjelaskan, BGN tetap kudu merapikan beragam aspek izin dan koordinasi lintas kementerian/lembaga sebelum kembali membuka dapur baru. Di antaranya mengenai Kementerian Kesehatan, Kementerian PANRB, serta BKKBN.
"Kami bereskan dulu dari sisi tata kelolanya, keuangannya beres, urusan dengan Kemenkes beres, patokan di PANRB-nya beres, dengan BKKBN beres. Baru kita bakal keluarkan peraturan-peraturan baru nan itu mengakomodir pembukaan alias aktivasi dapur-dapur di wilayah 3T dan wilayah-wilayah lain, nan memang tetap banyak sekolah-sekolah anak-anak nan memang tetap memerlukan MBG," ucap dia.
Namun, BGN belum menetapkan waktu pasti kapan pembukaan dapur baru bakal kembali dilakukan. Sudaryono mengatakan, keputusan tersebut baru dapat diambil setelah pembenahan internal dan koordinasi dengan kementerian/lembaga mengenai rampung.
Dia pun memahami kondisi sejumlah mitra nan telah membangun dapur dengan menggunakan pembiayaan dari perbankan. Karena itu, Sudaryono meminta mereka memberikan waktu kepada BGN untuk menyelesaikan proses pembenahan.
"Jadi kami minta kesabarannya, sabar sedikit, sabar ya. Jadi, memang banyak nan orang sudah bangun dapur, utang bank, dikejar-kejar bank. Ya, kami baru sebulan, izinkan kami kasih waktu sedikit lagi untuk kemudian kami bereskan," pungkasnya.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]

16 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·