Donald Trump dan Natalie Harp.(Youtube Inside Edition)
LAPORAN terbaru mengungkap sisi emosional dari hubungan kerja antara Donald Trump dan asisten eksekutifnya, Natalie Harp. Wanita berumur 35 tahun tersebut dilaporkan mengirimkan surat pribadi nan sangat mendalam kepada Trump berisi permohonan maaf dan ungkapan dedikasi nan luar biasa.
Surat nan diperoleh oleh The Daily Beast tersebut diyakini ditulis pada tahun 2023, setelah perjalanan Trump ke Skotlandia. Dalam surat itu, Harp meminta maaf lantaran merasa telah menjadi beban atau mempermalukan Trump saat mereka berada di lapangan golf. Ia menjelaskan argumen dirinya terlihat berlari di belakang kereta golf Trump yang sempat terekam dalam video nan viral saat itu.
Permohonan Maaf dan Dedikasi Total
Harp mengungkapkan rasa penyesalannya atas beberapa kejadian teknis dan komunikasi selama perjalanan tersebut. "Jika ada perihal lain nan telah saya lakukan hingga menyebabkan masalah bagi Anda, minta maafkan saya," tulis Harp dalam surat tersebut. Ia juga menjelaskan masalah komunikasi mengenai hambatan seluler internasional nan membuatnya susah dihubungi oleh staf lain.
Selain masalah teknis, Harp menceritakan kejadian di airport saat ia sempat tertinggal lantaran mobilnya dihentikan petugas dan dia tidak membawa paspor. Dalam kondisi panik, dia mengaku langsung menelepon Trump untuk meminta bantuan, meski kemudian dia menyadari semestinya menghubungi Secret Service.
"Hanya Anda nan Penting bagi Saya"
Isi surat tersebut kemudian berubah menjadi lebih intim dan personal. Harp mengakui bahwa dirinya sedang mengalami masa sulit, termasuk rasa duka akibat kehilangan ayahnya, yang membuatnya kurang konsentrasi dalam bekerja hingga lupa makan dan tidur.
Ia menuliskan ketakutannya bakal penilaian jelek dari Trump. "Saya memandang diri saya rendah di mata Anda dan pendapat baik Anda," tulisnya. Ia menegaskan bahwa tujuannya hanyalah memberikan kebahagiaan bagi Trump, dengan menyatakan, "Anda satu-satunya nan krusial bagi saya."
Di akhir surat, Harp menyebut mantan Presiden Amerika Serikat tersebut sebagai Penjaga dan Pelindung dalam Hidup ini. Ia berjanji untuk menjadi pribadi nan lebih baik dan menutup suratnya dengan kalimat, "Dengan sepenuh hati, Natalie."
Kekhawatiran Tim Internal
Kedekatan Harp dengan Trump, nan sekarang berumur 80 tahun, dilaporkan memicu kekhawatiran di kalangan tim internal Trump. Beberapa laporan menyebut dedikasi Harp sangat ekstrem, termasuk klaim bahwa dia pernah tinggal di ruang tukar klub golf Bedminster milik Trump agar bisa selalu berada di dekatnya.
Bahkan, kerabat laki-laki Harp dikabarkan sempat angkat bicara mengenai hal yang dia sebut sebagai obsesi nan tidak sehat terhadap sang presiden. Hingga saat ini, pihak Gedung Putih maupun perwakilan Trump belum memberikan komentar resmi mengenai bocornya surat pribadi tersebut. (The Mirror US/I-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·