Syarief Hasan Nilai Pengadaan Alutsista Bukanlah Prioritas

  • Whatsapp
Program utama pemerintah saat ini yaitu memberantas covid-19 dan memulihkan ekonomi. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR RI, Syarief Hasan mengkritisi rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) melakukan pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) melalui skema pinjaman luar negeri. Menurutnya, rencana pemenuhan kebutuhan alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam) bukanlah prioritas pemerintah dalam kondisi sekarang.

“Pengadaan alutsista sekaligus tidak prioritas dalam keadaan seperti saat ini, bisa dilakukan secara partial/gradual,” kata Syarief kepada Republika, Jumat (4/6) malam.

Menurut Syarief, program yang paling utama dilakukan pemerintah saat ini yaitu memberantas covid-19 dan memulihkan ekonomi. Dirinya justru mempertanyakan rencana pengadaan alutsista tersebut di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang sulit.

“Bagaimana mungkin ekonomi rakyat sedang ambruk, kemiskinan pengangguran naik tajam, rakyat semakin susah, utang akan naik lagi lebih besar karena alutsista yang akan menjadi beban rakyat lagi,” ujar politikus Partai Demokrat itu.

Syarief mengatakan, Partai Demokrat mendukung penuh peningkatan alutsista. Hanya saja, dirinya keberatan besaran anggaran pengadaan alutsista senilai Rp 1.700 triliun itu dibelanjakan dalam waktu tiga tahun.  “Bagaimana transparansi, accountabilitasnya?” tanya wakil ketua MPR itu.

Pos terkait