Di partai puncak, Thailand bakal menghadapi pemenang antara tuan rumah Indonesia alias Yordania. Menanggapi calon lawan, Thidarat memilih untuk tetap rendah hati dan konsentrasi pada persiapan internal timnya.(Dok. Istimewa)
TIM nasional putri Tailan U-16 memastikan diri melangkah ke babak final Srikandi Merdeka Cup 2026. Kepastian ini didapat setelah skuat muda Gajah Perang menumbangkan Malaysia U-16 dengan skor mencolok 5-1 pada laga semifinal nan berjalan Jumat (21/8).
Meski menang dengan margin gol nan besar, pembimbing Tailan U-16, Thidarat Wiwasukhu, mengakui timnya sempat mengalami kesulitan. Ia menyoroti penurunan performa anak asuhnya nan sempat kehilangan kendali permainan pada paruh pertama pertandingan.
"Di babak pertama kami tidak bermain sesuai standar biasanya. Kami kehilangan kendali dan membiarkan Malaysia kembali masuk ke permainan. Namun, saya bangga dengan langkah tim merespons dan terus berjuang hingga peluit akhir," ujar Thidarat usai pertandingan.
Kebangkitan di Babak Kedua
Thidarat menjelaskan bahwa perubahan signifikan terjadi setelah jarak antarpemain. Para pemain bisa kembali disiplin dalam menjalankan petunjuk strategi nan telah disiapkan, sehingga Tailan tampil jauh lebih dominan pada babak kedua.
Kemenangan ini juga diwarnai dengan kondisi Malaysia nan kudu bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-12. Namun, Thidarat menegaskan bahwa hasil ini bukan sekadar aspek keberuntungan semata.
"Kami tidak memandang diri kami sebagai tim nan hanya beruntung, tapi kami lebih memandang pada perincian permainan. Hari ini anak-anak bermain sesuai taktik," tegasnya.
Kunci Kemenangan dan Peran Liga Domestik
Gelar Player of the Match pada laga ini jatuh kepada Siriprapa Lamnamkham. Pemain muda berbakat ini menyebut bahwa kunci utama kemenangan telak tersebut adalah kolektivitas tim nan solid.
"Saya pikir semua orang saling membantu hari ini. Kami bermain sesuai petunjuk pembimbing dan strategi nan sudah direncanakan sebelumnya. Itulah kenapa kami bisa menang," kata Siriprapa.
Di sisi lain, Thidarat Wiwasukhu juga memuji kontribusi Thai Women's League dalam membentuk mental dan keahlian para pemainnya. Menurutnya, kejuaraan domestik nan kompetitif memberikan jam terbang nan sangat dibutuhkan pemain muda sebelum terjun ke level internasional.
"Liga Wanita Tailan memberikan lebih banyak turnamen bagi para pemain untuk berkompetisi. Hal ini memberi mereka pengalaman bertanding nan lebih banyak dan membantu kami menemukan banyak pilihan pemain bertalenta untuk tim nasional," tambahnya.
Menatap Partai Final
Di partai puncak, Tailan akan menghadapi pemenang antara tuan rumah Indonesia alias Yordania. Menanggapi calon lawan, Thidarat memilih untuk tetap rendah hati dan konsentrasi pada persiapan internal timnya.
"Kami menghormati setiap lawan. Kami tidak memilih-milih lawan, kami bakal konsentrasi pada diri kami sendiri, menganalisis musuh dengan cermat, dan bersiap sebaik mungkin. Target kami jelas: mengembangkan para pemain muda ini dan membawa pulang trofi juara ke Thailand," pungkasnya.
Thidarat juga menekankan pentingnya menjaga psikologis pemain agar tetap menikmati pertandingan tanpa merasa tertekan, demi menjaga performa puncak di laga final nanti. (Ndf/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·