Tambang Emas Ilegal Marak Kalsel Tingkatkan Operasi Penertiban

1 jam yang lalu 1
Tambang Emas Ilegal Marak Kalsel Tingkatkan Operasi Penertiban Pemerintah Provinsi dan Kepolisian Daerah Kalsel menggiatkan operasi penertiban dan pengamanan area hutan.(Dok.Istimewa)

AKTIFITAS tambang emas ilegal kian marak dan telah merambah area rimba dan wilayah aliran sungai (DAS) di sejumlah wilayah di Provinsi Kalimantan Selatan. Pemerintah Provinsi dan Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel menggiatkan operasi penertiban dan pengamanan area hutan.

"Belakangan ini mulai marak aktivitas tambang emas terlarangan di sejumlah daerah. Pemprov berbareng Polda Kalsel sekarang menggalakkan operasi penertiban tambang terlarangan dan pengamanan area hutan," ungkap Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (PKSDAE) Dinas Kehutanan Kalsel, Rudiono Herlambang, seusai mengikuti rapat koordinasi pengamanan area rimba di Markas Polda Kalsel, Rabu (19/8).

Rudiono mengatakan pihaknya telah menginventarisir adanya praktik pertambangan emas terlarangan di sejumlah daerah. Beberapa diantaranya merambah area rimba dan DAS bagian hulu Pegunungan Meratus, hingga perbatasan Provinsi Kalimantan Tengah. Tambang emas terlarangan ini diduga melibatkan oknum aparat. 

"Dalam beberapa kali operasi nan kita lakukan sukses kita tangkap tersangka pelaku dan kita amankan peralatan tambang emas. Para pekerja tambang ini tidak hanya penduduk lokal tetapi juga luar daerah, beberapa letak juga menggunakan perangkat berat dan masif," kata Rudiono. Pihaknya memastikan operasi penertiban bakal terus dilakukan.

Aktivitas tambang emas terlarangan ini telah  menimbulkan kerusakan lingkungan sekitar, DAS dan area hutan. Penggunaan mercuri untuk pemurnian logam emas dalam aktivitas tambang juga mencemari ekosistem DAS. Lokasi tambang ini tersebar di wilayah Kabupaten Tabalong, Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

Lebih jauh Rudiono mengakui kondisi kurangnya jumlah personil Polisi Hutan, membikin upaya penertiban praktik tambang emas terlarangan terkendala. Terlebih saat ini nyaris semua personil dikerahkan membantu upaya penanganan Karhutla. 

Sebelumnya penduduk dari beragam wilayah telah melaporkan maraknya aktivitas tambang emas terlarangan nan merusak area rimba dan sungai, sumber kehidupan warga. Berbagai laporan nan disampaikan kepada pemerintah wilayah dan abdi negara penegak norma dinilai belum mendapat respon sesuai angan masyarakat. (E-2)

Selengkapnya