Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 mendukung pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan kesejahteraan lebih cepat.
"RAPBN 2027 diarahkan untuk mendukung tumbuh lebih tinggi sejahtera lebih sigap melalui strategi ekonomi dan fiskal nan difokuskan pada 8 klaster PKPN," ujar Purbaya saat rapat kerja dengan badan Anggaran DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta pada Kamis (27/8/2026).
Purbaya mengatakan pemerintah mempunyai delapan klaster program kerja prioritas nasional demi mencapai visi ekonomi lebih tinggi dan kesejahteraan lebih sigap pada 2027.
Adapun delapan klaster tersebut adalah kedaulatan pangan, kemandirian daya dan air, pendidikan, kesehatan, hilirisasi dan industrialisasi, infrastruktur; perumahan; dan ketahanan bencana, ekonomi kerakyatan dan desa, serta penurunan kemiskinan.
Delapan klaster program prioritas tersebut bakal didukung oleh program pertahanan keamanan, penegakan hukum, tata kelola, digitalisasi, dan diplomasi ekonomi.
Purbaya juga mengatakan bahwa RAPBN 2027 diarahkan untuk mencapai perbaikan sasaran dan parameter pembangunan nan semakin baik dan berkualitas.
"Dari sisi kemiskinan, tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 6-6,5 persen pada 2027, dari 6,5-7,5 persen pada tahun 2026. Pembangunan juga diarahkan semakin menurun dengan rasio gini nan membaik ke level 0,362-0,367 pada tahun 2027, seiring dengan tingkat pengangguran terbuka nan ditargetkan turun ke kisaran 4,30-4,87 persen," ucap Purbaya.
Purbaya mengatakan pemerintah optimis keahlian perekonomian nasional bakal tetap solid dan terjaga pada 2027 seiring dengan terjaga stabilitas makroekonomi dan support kebijakan pemerintah.
"Pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 6 persen, nan bakal didorong oleh penguatan sinergi kebijakan fiskal, kebijakan moneter, dan sektor keuangan, serta optimasi peran dan antara dalam mendorong investasi strategis," ungkapnya.
Selain itu, inflasi diproyeksikan terkendali pada kisaran 2,5 persen, didukung oleh penguatan pengendalian nilai pangan dan sinergi kebijakan antara pemerintah pusat, pemerintah, dan Bank Indonesia.
Sementara nilai tukar rupiah diproyeksikan berada pada level Rp17.500 per dolar AS, dan rata-rata yield SBN 10 tahun sebesar 6,9 persen, dengan stabilitas nan ditopang oleh penguatan pasar finansial domestik, peningkatan pasokan devisa, dan terjaganya arus modal.
Purbaya juga bakal menjaga APBN dengan prudent dan sustainable dengan upaya terus mengoptimalkan pendapatan negara melalui peningkatan kepatuhan dan tax base, penguatan core tax, optimasi SDA, serta insentif fiskal nan terukur untuk mendorong investasi. Jadi di sini Pak Ketua, kita memperbesar tax base.
Upaya kedua adalah memastikan shopping negara semakin berkualitas, lebih produktif, efektif, dan efisien untuk mengakselerasi efektivitas perekonomian. Termasuk disiplin menjaga defisit di pemisah aman.
(ras/mij)
[Gambas:Video CNBC]

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·