Tawuran di Pasar Manggis Diduga Bermula dari Bentrokan Malam Tahun Baru

  • Whatsapp

Jakarta: Kawasan Pasar Manggis, Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel), membara di tengah suasana Hari Raya Iduladha 1442 Hijriah. Tawuran antarwarga pecah pada kawasan di belakang Rumah Susun Pasar Rumput tersebut.
 
Sedianya, tidak ada konflik menahun yang melatarbelakangi tawuran antara kelompok pemuda Jalan Pariaman dan pemuda kawasan Kebon Sayur. Namun, beberapa warga dari kedua belah pihak menyebut tawuran pecah kali pertama pada malam Tahun Baru 2021.
 
“Gara-gara petasan,” kata salah seorang warga Jalan Pariaman, Yogi, 48, saat ditemui di sekitar lokasi tawuran, Kamis, 22 Juli 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

Tercatat, tawuran antarkelompok itu terjadi tiga kali. Pertama, tawuran Senin dini hari, 19 Juli 2021. Tawuran kedua pada Selasa dini hari, 20 Juli 2021. Tawuran kembali pecah untuk ketiga kalinya pada Hari Raya Iduladha, Selasa sore, 20 Juli 2021.
 
Baca: 1 Orang Terluka dan 4 Tempat Usaha Rusak Imbas Tawuran di Pasar Manggis
 
Yogi tidak mengetahui pasti kronologi tawuran pada Senin dan Selasa dini hari. Meski begitu, ia dan sejumlah warga Jalan Pariaman mengatakan pemuda di wilayahnya tidak pernah menyerang lebih dahulu. 
 
“Warga di sini diserang saat sedang bakar sate,” ujar Yogi.
 
Dia mengeklaim pemuda dengan warga lainnya di Jalan Pariaman terlibat tawuran hanya untuk mempertahankan diri. Yogi mengakui polisi telah menangkap belasan pemuda setelah tawuran. Namun, ia menyebut pemuda yang dicokok mayoritas berasal dari Jalan Pariaman.
 
Warga Jalan Kebon Sayur yang enggan disebutkan namanya mengakui tawuran pertama pecah pada malam Tahun Baru 2021. Ia menyebut tidak ada dendam yang mendarah daging yang memicu tawuran. Lelaki itu mengamini ada tiga tawuran pada awal pekan ini.
 
“Untuk tawuran pertama Senin dini hari saya tidak tahu penyebabnya,” ujarnya.
 
Untuk tawuran kedua, yakni Selasa dini hari, dia mengungkapkan bentrokan pecah setelah pemilik warung di kawasan Kebon Sayur dibacok pemuda dari arah Jalan Pariaman. Pembacokan ini kemudian disertai pembakaran warung.
 
“Jadi di sini (Kebon Sayur) diserang lebih dahulu yang ditandai pembacokan pemilik warung dan pembakaran warungnya sehingga warga membalas,” terang dia.
 
Juhana, 43, pemilik warung yang menjadi korban pembacokan mengakui tempat usahanya sempat dibakar. Namun, warga sigap memadamkan sehingga api tak membesar. Ia menilai tawuran pada Selasa sore merupakan aksi balasan imbas pembacokan dan pembakaran ini.
 
Polres Jaksel menetapkan 17 pemuda sebagai tersangka tawuran Pasar Manggis. Sebanyak 13 dari 15 orang yang diamankan Polres Jaksel tersangka ditetapkan sebagai tersangka usai tawuran. Sementara itu, empat lainnya ditetapkan dari pendalaman. Mereka masih dikejar polisi. 
 
Polisi mengungkapkan tawuran dipicu saling ejek dua kelompok pemuda di media sosial (medsos) Instagram. Polisi dari Polsek Setiabudi kini bersiaga di lokasi demi mencegah tawuran terulang.
 
(OGI)

Pos terkait