Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, memastikan tidak bakal mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA untuk menggantikan Gianni Infantino.
Kendati demikian Ceferin memperingatkan Infantino kudu mundur alias menghadapi calon penantang dalam pemilihan presiden FIFA pada Maret mendatang.
Infantino tengah mendapatkan tekanan setelah menuai kontroversi lantaran mencari investasi swasta untuk mengelola sejumlah turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia putra dan putri. Beberapa waktu lalu, tiga konfederasi sepak bola, ialah UEFA, Concacaf, dan AFC, apalagi dilaporkan tengah mempertimbangkan mosi tidak percaya terhadap Infantino.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ceferin sebelumnya disebut sebagai salah satu sosok potensial nan dapat menantang Infantino dalam pemilihan Presiden FIFA pada Maret 2027, namun laki-laki berumur 58 tahun itu menegaskan tidak tertarik untuk menduduki posisi tersebut lantaran mau tetap konsentrasi memimpin UEFA.
"Saya tidak tertarik lantaran dua alasan, Salah satunya lantaran saya mencintai UEFA dan senang bekerja di sini," kata Ceferin dilansir ESPN dari siniar The Rest is Politics.
Ceferin juga menilai posisi Infantino sekarang tidak lagi sekuat sebelumnya. Menurutnya, Infantino mempunyai dua pilihan, ialah menyadari bahwa dirinya tidak lagi mendapat support alias tetap maju dalam pemilihan FIFA dan menghadapi kandidat lain.
"Pilihan kedua adalah dia maju dalam pemilihan pada Maret, tetapi dalam kasus itu, saya pikir dia bakal mempunyai kandidat nan menentangnya," ujar Ceferin.
Ceferin juga mengaku belum mengetahui sosok nan bakal menjadi penantang Infantino jika presiden FIFA tersebut kembali mencalonkan diri. Ia juga mengatakan belum berbincang dengan Infantino sejak kontroversi mengenai rencana investasi tersebut mencuat.
Sementara itu, support terhadap Infantino di Eropa mulai melemah, Inggris, Skotlandia, Wales, Irlandia Utara, dan Republik Irlandia termasuk pihak nan dilaporkan telah menarik support mereka terhadap mantan Sekretaris Jenderal UEFA tersebut.
Ceferin juga membantah dugaan bahwa UEFA menentang FIFA demi kepentingan federasi dan klub-klub besar Eropa. Ia mengingatkan bahwa Infantino sendiri merupakan orang Eropa dan pernah mendapat support UEFA saat terpilih sebagai Presiden FIFA pada 2016.
(nam/nva)

3 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·