Presiden Prabowo Subianto.(BPMI Sekretariat Presiden.)
PRESIDEN Prabowo Subianto melanjutkan rangkaian kunjungan kerjanya dengan meninjau langsung kondisi pengungsi musibah gempa bumi di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (26/8). Peninjauan ini dilakukan usai Presiden memimpin rapat koordinasi penanganan akibat musibah di Markas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) 834/Wakanga Mere.
Dalam perjalanannya menuju posko pengungsian dari Markas Yon TP 834/WM, Presiden Prabowo menggunakan mobil kepresidenan Maung Garuda. Ribuan masyarakat terpantau memadati tepian jalan untuk menyambut kehadiran Kepala Negara. Presiden pun merespons antusiasme tersebut dengan menyapa penduduk melalui genting sunroof kendaraan kepresidenan.
Laporan Fasilitas dan Kondisi Pengungsi
Setibanya di letak pengungsian, Presiden menerima laporan komprehensif dari Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto. Laporan tersebut mencakup info jumlah pengungsi serta kesiapan akomodasi vital di posko, antara lain:
| Sanitasi | Sarana Mandi, Cuci, Kakus (MCK) dan akses air bersih. |
| Logistik | Dapur umum TNI dan Polri. |
| Akomodasi | Tenda-tenda peristirahatan pengungsi. |
Selama peninjauan, Presiden didampingi oleh sejumlah pejabat, termasuk Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Presiden sempat memberikan beberapa petunjuk unik kepada jejeran menteri mengenai percepatan penanganan di lapangan. Selain itu, Prabowo juga menyambangi dapur lapangan untuk menyapa anak-anak serta istri prajurit nan bekerja sebagai relawan memasak.
Komitmen Percepatan Pemulihan
Di hadapan para pengungsi nan mengerubunginya, Presiden Prabowo menyampaikan rasa belasungkawa nan mendalam bagi penduduk Flores nan terdampak, khususnya mereka nan kehilangan personil keluarga. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat terus memantau perkembangan situasi secara real-time.
"Saya datang untuk memandang langkah-langkah nan sudah diambil. Pemerintah terus-menerus memantau dan melakukan langkah-langkah mengirim bantuan, menyiapkan semuanya untuk mengatasi kesulitan ini," ujar Presiden Prabowo.
Berdasarkan kajian para ahli, Presiden mengimbau penduduk untuk bersabar setidaknya selama tiga minggu ke depan hingga kondisi dinyatakan betul-betul kondusif dari potensi gempa susulan. Prabowo berjanji, segera setelah situasi kondusif, pemerintah bakal mempercepat pembangunan kediaman tetap dan perbaikan rumah penduduk nan mengalami kerusakan.
"Percayalah, pemerintah tidak bakal membiarkan kerabat sendiri. Kita datang dan kita bakal terus membantu saudara-saudara," pungkasnya. (Ant/I-1)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·