Tiga Kapal Baru Pelni Dinilai Jadi Ujian Kemampuan Galangan Nasional

56 menit yang lalu 4
Tiga Kapal Baru Pelni Dinilai Jadi Ujian Kemampuan Galangan Nasional Ilustrasi kapal penumpang Pelni.(Dok.Istimewa)

RENCANA PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) membangun tiga kapal penumpang baru senilai Rp4,5 triliun dinilai menjadi momentum untuk menguji keahlian industri galangan kapal nasional.

Institusi Galangan Kapal dan Sarana Lepas Pantai Indonesia (Iperindo) menyambut baik rencana tersebut. Proyek itu dinilai tidak hanya bermaksud menambah armada Pelni, tetapi juga dapat menjadi pembuktian keahlian galangan dalam negeri membangun kapal penumpang modern berstandar internasional.

Ketua Umum Iperindo Anita Puji Utami mengatakan pembangunan tiga kapal tersebut kudu menjadi penerapan pengarahan pemerintah untuk memperkuat industri maritim nasional.

"Proyek tiga kapal baru Pelni kudu menjadi momentum untuk menguji sekaligus membuktikan keahlian galangan kapal nasional," ujar Anita.

Menurut Anita, Indonesia perlu meningkatkan keahlian dari sekadar mengoperasikan kapal menjadi negara nan bisa membangun kapal modern dengan kualitas nan bisa bersaing di pasar internasional.

Pembangunan kapal tersebut juga dinilai tetap dapat dilakukan di Indonesia meski kreasi kapal melibatkan perusahaan Italia. Dalam industri perkapalan internasional, penyedia kreasi dan galangan pembangunan merupakan dua entitas berbeda. Selama memenuhi spesifikasi teknis, standar keselamatan, dan persyaratan pengelompokkan internasional, kapal dapat dibangun oleh galangan nasional.

Iperindo berambisi Danantara sebagai pemegang saham strategis BUMN memastikan proyek tersebut memberikan akibat terhadap penguatan industri maritim dalam negeri. Langkah itu sekaligus dinilai dapat mendukung upaya pemerintah meningkatkan penggunaan kapal berbendera Indonesia dalam aktivitas logistik.

"Iperindo berbareng seluruh personil bakal mengerahkan segenap jiwa dan raga untuk mendukung keberhasilan pembangunan tiga kapal baru Pelni di Indonesia. Kami berkomitmen agar proyek ini terlaksana dengan sukses, tepat mutu, tepat waktu, dan tepat anggaran," tegas Anita.

Anita mengatakan sejumlah galangan kapal nasional telah menyatakan kesiapan untuk terlibat dalam pembangunan tiga kapal tersebut. Industri galangan nasional disebut mempunyai kapabilitas pembangunan sekitar 1.200 unit kapal per tahun.

Selain akomodasi pembangunan, industri galangan nasional mempunyai kapabilitas reparasi sekitar 36.000 dock space serta didukung industri penunjang nan memproduksi beragam kebutuhan kapal. Komponen tersebut antara lain pelat baja, pipa, kabel, cat, mesin diesel, genset, pompa, crane, hingga sistem kelistrikan.

"Apabila proyek strategis seperti ini dipercayakan kepada galangan nasional, manfaatnya tidak hanya menghasilkan tiga kapal baru, tetapi juga memperkuat daya saing industri maritim Indonesia, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri, serta menggerakkan perekonomian nasional," kata Anita.

Iperindo menilai pembangunan tiga kapal Pelni dapat menjadi langkah awal memperkuat kemandirian armada nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap kapal berbendera asing dalam sistem logistik Indonesia. (E-2)

Selengkapnya