Timo Scheuneman Dorong Orangtua Dukung Anak Perempuan Main Sepak Bola

1 jam yang lalu 5
Timo Scheuneman Dorong Orangtua Dukung Anak Perempuan Main Sepak Bola Pelatih Garuda Pertiwi Timo Scheuneman(MI/Khoerun Nadif Rahmat)

PELATIH Garuda Pertiwi, Timo Scheuneman, memberikan pesan kuat kepada para orangtua di Indonesia untuk memberikan support penuh bagi anak wanita mereka nan mau berkarier di bumi sepak bola. Ajakan ini disampaikan Timo menyusul keberhasilan Garuda Pertiwi meraih posisi runner-up dalam arena Srikandi Merdeka Cup 2026.

Timo mengaku sangat terkesan dengan antusiasme masyarakat nan memberikan support selama turnamen berlangsung, baik nan datang langsung di stadion maupun melalui tayangan streaming. Menurutnya, atmosfer positif ini menjadi sinyal baik bagi perkembangan sepak bola wanita di tanah air.

"Itu bagus untuk orangtua dan anak wanita di seluruh Indonesia agar terdorong bermain sepak bola," ujar Timo pada Senin (24/8).

Membangun Ekosistem Berjenjang

Dalam pandangan Timo, kunci utama kemajuan sepak bola putri terletak pada pengembangan nan terstruktur dan dimulai dari akar rumput. Ia menekankan pentingnya membangun ekosistem nan solid agar bakat-bakat muda dapat tersaring dengan baik.

"Kita berupaya membangun sebuah ekosistem dan memulainya dari bawah. Semakin banyak nan bermain, semakin bagus. nan krusial juga berjenjang," jelasnya.

Ia memaparkan bahwa jenjang pembinaan idealnya dimulai sejak awal melalui turnamen antar-Sekolah Dasar (SD). Setelah itu, para pemain muda diarahkan untuk berasosiasi dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) guna mendapatkan training teknis nan lebih mendalam.

"Setelah itu kita sorong mereka mencari SSB lantaran U-15 sudah bermain antar-SSB. Sampai kuliah pun sudah ada Campus League," tambah Timo mengenai peta jalan pembinaan atlet putri.

Harapan pada Liga 1 Putri

Selain pembinaan di level bawah, Timo juga menyoroti pentingnya kejuaraan ahli sebagai puncak dari piramida pembinaan. Ia menyambut baik rencana digulirkannya kembali Liga 1 Putri dalam waktu dekat.

Kehadiran liga ahli dinilai sangat krusial untuk menjaga keberlanjutan pekerjaan pemain dan memastikan kejuaraan tidak terputus di tengah jalan. "Kita berterima kasih ada Liga 1 wanita sejenak lagi. Kita berambisi itu terus berlanjut," katanya.

Peluang Karier di Luar Lapangan Hijau

Lebih lanjut, Timo meyakinkan para orangtua bahwa sepak bola bukan sekadar kegemaran alias olahraga bentuk semata. Ia menegaskan bahwa sepak bola dapat membuka pintu kesempatan nan luas bagi masa depan anak, apalagi di luar pekerjaan sebagai pemain nasional.

Menurutnya, prestasi di sepak bola dapat menjadi jalur prestasi untuk menempuh pendidikan tinggi hingga berkarier di lembaga negara. Hal ini diharapkan dapat menghapus keraguan orang tua dalam memberikan izin kepada anak wanita mereka.

"Sudah tidak ada argumen lagi untuk orang tua tidak mendukung anaknya bermain bola. Syukur-syukur menjadi pemain ahli alias masuk timnas, tetapi bisa juga masuk kuliah, apalagi masuk tentara alias polisi," pungkas Timo. (Z-1)

Selengkapnya