ARTICLE AD BOX
loading...
Mendagri Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala BNPP RI menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pengelolaan area perbatasan. Foto/istimewa
JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian selaku Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP) RI menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat pengelolaan area perbatasan. Hal itu sebagai bagian strategis dalam menjaga kedaulatan negara sekaligus mendorong pemerataan pembangunan nasional.
Penegasan tersebut disampaikan Mendagri usai Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat berbareng Komisi II DPR RI, nan secara unik membahas hasil kunjungan kerja Panitia Kerja (Panja) mengenai rumor pengelolaan perbatasan negara di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (29/6/2026).
Tito menjelaskan, BNPP RI nan dibentuk sejak 2010 mempunyai dua mandat utama, ialah menyelesaikan sengketa pemisah negara dan mempercepat pemerataan pembangunan di area perbatasan negara.
“Tugas pertama adalah penyelesaian sengketa perbatasan negara. Kita memang tetap mempunyai beberapa rumor dengan negara tetangga seperti Malaysia dan Timor Leste, ada nan sudah selesai dan ada nan tetap dalam proses pembicaraan,” ujarnya.
Baca juga: Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Tugas kedua, adalah membangun area perbatasan agar masyarakat setempat merasakan keadilan pembangunan sekaligus memperkuat nasionalisme. Menurut Tito, area perbatasan nan maju dan sejahtera bakal menjadi tembok pertahanan alami negara. “Kalau masyarakat perbatasan makmur dan sejahtera, nasionalisme bakal tinggi dan tentu tidak mudah diinfiltrasi pihak lain,” tegasnya.









English (US) ·
Indonesian (ID) ·