Trump Klaim Bakal Temui Kim Jong Un Tahun Ini

1 jam yang lalu 3
Trump Klaim Bakal Temui Kim Jong Un Tahun Ini Pertemuan Trump dan Kim tahun 2019(AFP)

PRESIDEN Amerika Serikat Donald Trump menyatakan niatnya untuk berjumpa kembali dengan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, pada akhir tahun 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menghidupkan kembali hubungan individual nan dia klaim telah terjalin kuat sejak masa kedudukan pertamanya.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Gedung Putih saat meninjau area helipad baru. Ketika ditanya wartawan mengenai rencana pertemuannya dengan Kim Jong Un di tahun ini, Trump mengonfirmasi perihal tersebut secara langsung.

"Ya, saya bakal menyampaikannya," ujar Trump.

Trump menegaskan pentingnya menjalin hubungan baik dengan Pyongyang. Dalam keterangannya, dia juga membeberkan penilaian spesifik mengenai kekuatan militer Korea Utara nan dinilainya sekarang telah mempunyai 57 senjata nuklir nan sangat kuat.

Meski demikian, laporan mengenai jalur komunikasi ini sempat ditanggapi adik wanita Kim Jong Un, Kim Yo Jong. Ia mengaku tidak mengetahui adanya komunikasi terbaru antara Washington dan Pyongyang, namun menegaskan hubungan individual kedua Pemimpin Negara tersebut tetap terjalin dengan sangat baik.

"Terkait buletin terbaru dari Washington mengenai komunikasi antara pemimpin Korea Utara dan Amerika Serikat, saya sama sekali tidak mengetahuinya," kata Kim Yo Jong dalam pernyataan resminya. Ia menambahkan kakaknya tetap mempunyai kenangan dan emosi nan baik terhadap Trump.

Fokus mendadak Trump terhadap Korea Utara serta keputusannya untuk memangkas skala latihan militer berbareng South Korea sempat memicu kekhawatiran di antara sekutu AS di Asia. Langkah ini juga menimbulkan spekulasi Trump sedang mengejar pencapaian diplomasi luar negeri di tengah dinamika bentrok lain nan dihadapi pemerintahannya.

Trump memihak rencananya untuk berjumpa Kim Jong Un, meskipun dia terus menekankan sikap tegas terhadap kepemilikan senjata pemusnah massal di wilayah lain.

"Dia mempunyai 57 senjata nuklir nan sangat kuat. Harusnya perihal itu tidak pernah dibiarkan terjadi... Jika saya presidennya, saya tidak bakal membiarkannya," kata Trump merujuk pada Kim Jong Un.

"Tapi dia sudah memilikinya. Saya berasosiasi sangat baik dengannya. Saya tidak bisa membiarkan Iran mempunyai senjata nuklir. Dan saya kenal Kim Jong Un dengan sangat baik, dia bakal baik-baik saja," lanjutnya.

Meskipun Trump tidak memberikan rinci mengenai agenda dan letak pertemuan, laporan Wall Street Journal menyebut bahwa pertemuan tersebut dibidik saat Trump melakukan kunjungan kerja ke Shenzhen, Tiongkok, untuk menghadiri KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada November mendatang.

Di sisi lain, pengakuan terbuka mengenai jumlah hulu ledak nuklir Korea Utara terbilang tidak biasa bagi seorang Presiden AS. Secara resmi, Washington tidak mengakui Korea Utara sebagai negara berkekuatan nuklir. Namun, nomor 57 unit nan disebutkan Trump sejalan dengan perkiraan lembaga kajian independen dan pemerintah AS nan memperkirakan arsenal nuklir Pyongyang berada di kisaran 50 hingga 60 unit.

Langkah diplomasi ini juga diiringi dengan pengurangan lama latihan militer campuran Ulchi Freedom Shield antara AS dan Korea Selatan, nan selesai lebih sigap dari agenda atas usulan pihak Washington. Latihan campuran ini selama ini selalu ditentang oleh Pyongyang lantaran dianggap sebagai persiapan invasi. (AFP/Z-2)

Selengkapnya