Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendadak menunda pemberlakuan tarif sebesar 50% terhadap sejumlah produk impor asal Kanada hanya beberapa saat sebelum kebijakan itu mulai bertindak pada tengah malam. Trump mengeklaim keputusan tersebut diambil lantaran Washington dan Ottawa telah mencapai sebuah kesepakatan dagang, meski arsip resminya tetap dalam tahap finalisasi.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Selasa malam waktu AS, Trump mengatakan penundaan tarif dilakukan atas dasar adanya kesepakatan antara kedua negara.
"Berdasarkan kebenaran bahwa Kanada dan Amerika Serikat, dengan menunggu finalisasi dokumen, telah mempunyai SEBUAH KESEPAKATAN!" tulis Trump, dikutip Rabu (19/8/2026).
Pengumuman itu disampaikan setelah Trump dan Perdana Menteri Kanada Mark Carney menggelar pembicaraan jual beli pada Selasa. Kesepakatan nan diklaim Trump muncul hanya beberapa jam sebelum tarif baru dijadwalkan mulai berlaku.
Trump juga menyinggung kemungkinan hidup kembali proyek pipa minyak Keystone XL nan selama ini terbengkalai.
Dalam unggahan nan sama, dia mengatakan proyek tersebut mungkin dapat "dibangunkan dari kuburnya", merujuk pada jalur pipa nan menghubungkan sistem perpipaan minyak di Kanada dan Amerika Serikat.
Keystone XL sebelumnya mendapat persetujuan dari Trump pada masa kedudukan pertamanya. Namun, izin proyek tersebut kemudian dicabut oleh mantan Presiden Joe Biden pada 2021. Trump sekarang kembali memberi sinyal bahwa proyek itu berpotensi dihidupkan kembali sebagai bagian dari dinamika hubungan jual beli kedua negara.
Adapun tarif 50% nan ditunda tersebut bakal berakibat pada beragam produk impor Kanada, mulai dari tongkat hoki, minuman anggur, hingga sejumlah peralatan konsumsi lainnya.
Kebijakan itu pertama kali diumumkan bulan lampau sebagai respons terhadap apa nan disebut pemerintahan Trump sebagai praktik diskriminasi perdagangan Kanada terhadap sektor kendaraan bermotor, minuman beralkohol, dan industri susu AS.
Tarif tersebut diberlakukan menggunakan Section 338 of the Tariff Act of 1930, sebuah undang-undang era Depresi Besar nan sangat jarang digunakan dan selama beberapa dasawarsa praktis tidak pernah menjadi instrumen utama kebijakan perdagangan Amerika.
Menurut Kantor Perwakilan Dagang AS alias U.S. Trade Representative, kebijakan tarif baru itu bakal mencakup sekitar US$20 miliar nilai impor Kanada.
Meski jumlah tersebut hanya sebagian mini dibandingkan total impor AS dari Kanada nan mencapai sekitar US$382 miliar pada tahun lalu, tingginya tarif terhadap produk tertentu dinilai tetap dapat memberikan pukulan besar bagi para eksportir Kanada.
Presiden Canadian Federation of Independent Business, Dan Kelly, mengatakan tarif sebesar 50% praktis dapat membikin suatu produk kehilangan daya saing di pasar Amerika.
"Tarif 50% pada dasarnya membikin sebuah produk menjadi tidak ekonomis untuk dijual di pasar tertentu," ujar Kelly kepada CNBC.
Ia mengatakan banyak dari 103.000 personil organisasinya telah menyampaikan kekhawatiran bahwa penerapan tarif tersebut dapat menghentikan penjualan mereka ke Amerika Serikat.
Menurut Kelly, sejumlah perusahaan apalagi telah memandang pembeli dari AS mulai menunda pesanan baru lantaran mengantisipasi pemberlakuan tarif tersebut.
Banyak pelaku upaya cemas tarif baru itu dapat "menghentikan penjualan mereka ke AS", kata Kelly.
Trump sebelumnya telah menerapkan beragam jenis tarif terhadap Kanada, termasuk terhadap ekspor logam, kayu, serta suku cadang otomotif.
Pemerintah Trump juga sempat mengenakan tarif besar terhadap Kanada dengan argumen kekhawatiran mengenai perdagangan narkoba. Namun, Mahkamah Agung AS membatalkan tarif tersebut pada Februari.
Kelly menilai tarif berasas Section 338 jauh lebih mengkhawatirkan bagi pelaku upaya mini dibandingkan sejumlah tarif lainnya lantaran sasaran utamanya merupakan produk-produk nan langsung dikonsumsi masyarakat.
"Tarif Section 338 betul-betul menghantam jantung perdagangan upaya mini antara Kanada dan Amerika Serikat," katanya.
Ia menambahkan bahwa banyak produk nan menjadi sasaran merupakan peralatan konsumsi sehingga dampaknya bakal dirasakan oleh spektrum upaya nan sangat luas.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

41 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·