Trump Ubah Aturan Vaksin Anak AS, MMR Diminta Dipisah

56 menit yang lalu 3

Trump tandatangani perintah kurangi vaksin anak jadi 11 jenis. Ia juga merekomendasikan vaksin MMR diberikan terpisah, memicu kritik mahir kesehatan.

Presiden AS Donald Trump menghadiri aktivitas penandatanganan perintah pelaksana mengenai elastisitas vaksin, berbareng Wakil Kepala Staf Gedung Putih Stephen Miller, Dr. Jay Bhattacharya, Direktur National Institutes of Health, Menteri Kesehatan dan Laya

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghadiri penandatanganan perintah pelaksana mengenai elastisitas vaksin di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, D.C., Senin (10/8/2026). Kebijakan tersebut menyerukan pengurangan jumlah vaksinasi anak dengan membatasi agenda imunisasi menjadi 11 jenis vaksin.(REUTERS/Kylie Cooper)

Presiden AS Donald Trump memperlihatkan perintah pelaksana nan telah ditandatangani mengenai elastisitas vaksin, dengan Dr. Jay Bhattacharya, Direktur National Institutes of Health, berdiri di belakangnya, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 10 Agustus 2026.

Perintah tersebut juga merekomendasikan agar vaksin campak, gondongan, dan rubela (MMR) diberikan secara terpisah. Anak-anak nantinya diusulkan menerima tiga suntikan berbeda dalam kunjungan medis nan terpisah. (REUTERS/Kylie Cooper)

Presiden AS Donald Trump berbincang dalam aktivitas penandatanganan perintah pelaksana mengenai elastisitas vaksin, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 10 Agustus 2026.

Kebijakan itu mendapat sorotan dari para mahir kesehatan masyarakat. Mereka menilai agenda imunisasi nan bertindak saat ini disusun berasas bukti ilmiah selama beberapa dasawarsa nan menunjukkan bahwa vaksin bisa melindungi anak dari penyakit serius hingga kematian. (REUTERS/Kylie Cooper)

Presiden AS Donald Trump berbincang dalam aktivitas penandatanganan perintah pelaksana mengenai elastisitas vaksin, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 10 Agustus 2026.

Jumlah vaksin nan direkomendasikan juga dinilai telah disesuaikan dengan kebutuhan kesehatan masyarakat Amerika Serikat. Para mahir memperingatkan, pengurangan jumlah vaksin nan direkomendasikan berpotensi membikin lebih banyak anak rentan terhadap penyakit nan sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi. (REUTERS/Kylie Cooper)

Presiden AS Donald Trump berbincang dalam aktivitas penandatanganan perintah pelaksana mengenai elastisitas vaksin, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 10 Agustus 2026.

"Mulai saat ini, pemerintahan saya mengakui rekomendasi vaksin anak berstandar emas nan hanya mencakup 11 vaksinasi inti untuk penyakit-penyakit paling serius dan berbahaya, ditambah dengan vaksin MMR—yang diharapkan bakal dipisah pemberiannya," ujar Trump dalam upacara penandatanganan di Gedung Putih. (REUTERS/Kylie Cooper)

Presiden AS Donald Trump berbincang dalam aktivitas penandatanganan perintah pelaksana mengenai elastisitas vaksin, di Ruang Oval Gedung Putih di Washington, D.C., AS, pada 10 Agustus 2026.

Menteri Kesehatan AS Robert F. Kennedy Jr., nan telah lama dikenal sebagai pengkritik vaksin, sebelumnya memimpin upaya untuk menghapus rekomendasi vaksin hepatitis B secara universal bagi anak-anak serta mengurangi daftar vaksin nan direkomendasikan. Kennedy juga pernah mengaitkan vaksin dengan autisme, klaim nan berulang kali dibantah oleh para ilmuwan. (REUTERS/Kylie Cooper)

Selengkapnya