UEFA, AFC, dan CONCACAF Kompak Tekan Bos FIFA Gianni Infantino

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

Gianni Infantino berada di bawah tekanan. Presiden FIFA itu sekarang menghadapi sikap keras dari tiga konfederasi sepak bola, ialah UEFA, AFC, dan CONCACAF, seperti dilansir Mirror.

Tekanan terhadap Infantino semakin besar setelah UEFA berasosiasi dengan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) serta Konfederasi Sepak Bola Amerika Utara, Tengah, dan Karibia (CONCACAF) untuk mengeluarkan pernyataan berbareng mengenai penolakan terhadap proyek kontroversial FIFA ialah FIFA Forward Enterprise (FFE).

Program ini ditolak lantaran berencana menjual sebagian saham kewenangan komersial Piala Dunia kepada penanammodal swasta, nan dinilai tidak transparan dan menakut-nakuti independensi turnamen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Langkah tersebut menjadi sinyal kuat bahwa persoalan di tubuh FIFA belum selesai. Sebelumnya, UEFA telah menyatakan kehilangan kepercayaan terhadap Infantino dan tetap mempertahankan rencana boikot terhadap sejumlah kejuaraan FIFA.

Sikap itu muncul setelah Infantino membatalkan sekaligus meminta maaf mengenai rencana kontroversial menjual Piala Dunia kepada penanammodal swasta. Meski rencana tersebut akhirnya batal, sorotan terhadap kepemimpinannya justru semakin tajam.

Dalam pernyataan bersama, ketiga konfederasi menegaskan bahwa sepak bola bukan milik satu perseorangan alias institusi.

"Kepada Keluarga Sepak Bola nan Terhormat, Sepak bola adalah antusiasme berbareng terbesar di dunia. Sepak bola bukan milik perseorangan alias lembaga mana pun. Sepak bola adalah milik para pemain, penggemar, klub, Asosiasi Anggota, dan setiap lembaga nan dipercayakan untuk menjaga masa depannya," bunyi pernyataan berbareng dikutip dari Mirror.

Mereka juga menilai beragam perkembangan sepak bola dalam satu dasawarsa terakhir bukan hasil kerja satu orang saja.

"Ini adalah hasil kerja FIFA, Konfederasi, Asosiasi Anggota, dan ribuan orang nan mendedikasikan hidup mereka untuk sepak bola. Turnamen nan diperluas, pemberian kewenangan penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2030 dan 2034, pengedaran sumber daya kepada asosiasi. Ini adalah pencapaian bersama, disepakati bersama, dan diwujudkan bersama. Ini bukan tentang uang," bunyi pernyataan tiga federasi itu.

Bagian paling keras muncul ketika UEFA, AFC, dan CONCACAF menyoroti masalah integritas serta kepemimpinan FIFA.

"Ini tentang sesuatu nan lebih mendasar: integritas permainan, dan integritas mereka nan terpilih untuk memimpinnya. Ada keheningan di mana semestinya ada pertanggungjawaban, jarak di mana semestinya ada keterbukaan," kata mereka.

[Gambas:Video CNN]

(rhr/rhr/nva)

Selengkapnya