UEFA Siap Ajukan Tuntutan Pidana Terhadap Gianni Infantino

1 jam yang lalu 3

Jakarta, CNN Indonesia --

UEFA dikabarkan sedang menyiapkan langkah hukum terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino usai adanya rencana penjualan saham Piala Dunia kepada penanammodal swasta.

Rencana tersebut terungkap melalui arsip norma nan menyebut UEFA telah mengeluarkan surat panggilan kepada FIFA dan sejumlah lembaga finansial di Amerika Serikat.

Langkah itu dilakukan untuk mendapatkan arsip nan berangkaian dengan skema penjualan saham Piala Dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski proses pengumpulan arsip dilakukan di Amerika Serikat, tuntutan pidana nan direncanakan UEFA bakal diajukan di Swiss. Pasalnya, negara tersebut merupakan letak instansi pusat FIFA.

Dalam arsip hukum tersebut, dilansir Sky News, UEFA disebut sedang mempersiapkan tuntutan terhadap Infantino dan kemungkinan pejabat serta penasihat FIFA lainnya.

"UEFA dan pihak-pihak mengenai lainnya sedang bersiap untuk mengusulkan tuntutan pidana di Swiss terhadap Infantino dan mungkin pejabat serta penasihat FIFA lainnya atas kesalahan pengelolaan pidana berasas Pasal 158 Kitab Undang-Undang Pidana Swiss dan dakwaan lebih lanjut alias pengganti nan didukung oleh catatan kebenaran nan telah dikembangkan, nan timbul dari penataan, penilaian, pembiayaan, dan pemasaran rahasia suatu transaksi nan menimbulkan kerugian langsung dan nyata pada reputasi, kewenangan tata kelola, dan hubungan komersial FIFA nan merugikan FIFA serta 211 anggotanya, termasuk 55 asosiasi personil UEFA," bunyi pernyataan UEFA.

[Gambas:Video CNN]

UEFA juga menyoroti dugaan upaya privatisasi sebagian aset Piala Dunia. Badan sepak bola Eropa itu menilai rencana tersebut dapat merugikan FIFA dan para anggotanya.

"Itu adalah sarana bagi Infantino dan lingkaran kecilnya untuk memperoleh saham tetap dan mengambil untung dari aset FIFA nan paling berbobot dengan mengorbankan FIFA, para anggotanya, dan pihak-pihak lain dalam family sepak bola," kata UEFA.

Permasalahan ini menambah tekanan terhadap Infantino nan sebelumnya juga mendapat sorotan dari sejumlah asosiasi sepak bola Eropa mengenai rencana tersebut.

(rhr)

Selengkapnya