Update Covid-19 Global: Varian Delta Jadi Ancaman Terbesar Pandemi

  • Whatsapp

Suara.com – Update Covid-19 mengutip data Worldometers, Rabu (23/4/2021), terjadi penambahan kasus baru mencapai 364 ribu, dari total 179,9 juta infeksi di dunia.

Korban meninggal dunia hari ini bertambah 8.176 orang, dari total hampir 3,9 juta kematian sejak awal pandemi melanda. Kesembuhan hari ini bertambah 400 ribu orang, sehingga total kesembuhan mencapai 164 juta di dunia.

Sisanya, masih ada 11,3 juta kasus aktif, yang artinya mereka masih bisa menularkan Covid-19 ke orang lain. Rinciannya 11,3 juta orang tidak bergejala, ringan, dan sedang. Namun ada 81.971 orang bergejala berat atau sedang kritis.

Varian delta jadi ancaman terbesar pandemi Covid-19
Pakar Penyakit Menular Amerika Serikat (AS) Dr. Anthony Fauci menyebut jika varian delta yang pertama kali ditemukan di India pada Oktober 2020 itu jadi ancaman penanganan pandemi Covid-19, khususnya di AS.

Baca Juga: Bukan Cuma Varian Delta, Perilaku Manusia Juga Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

“Penularan tidak diragukan lagi lebih besar, dan terkait dengan peningkatan keparahan penyakit,” terang Fauci dalam keterangan persnya, mengutip Channel News Asia.

Fakta ini dibeberkan Fauci setelah ilmuwan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO mengatakan varian delta jadi Variant of Concern (VOC), atau varian yang mendominasi secara global.

Meski begitu, Fauci memastikan bahwa vaksin Pfizer yang digunakan di AS efektif melawan varian Covid-19 baru yang lebih menular ini.

“Kita punya alat (penangkal)nya, jadi mari kita gunakan (vaksin) dan musnahkan wabah ini,” tutur Fauci.

Sementara itu, varian Delta berpengaruh besar terhadap ambruknya sistem kesehatan di India selama April hingga Mei 2021, yang hasilnya menewaskan ratusan ribu orang di negeri Bollywood itu.

Baca Juga: Pengamat Sebut Kepri Berpotensi Besar Jadi Lokasi Penularan Covid-19 Varian Delta

Pos terkait