Update Terbaru Perang Iran, Trump Sebut AS Kuasai 100% Selat Hormuz

2 jam yang lalu 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku telah menguasai "100%" jalur Selat Hormuz. Menurutnya Angkatan Laut AS sekarang mempunyai kendali penuh atas jalur pelayaran minyak bumi tersebut.

"Sekarang sudah terbuka," katanya berbincang kepada wartawan di Ruang Oval, Senin waktu setempat, sebagaimana dikutip CNBC International, Selasa (11/8/2026).

"AS satu-satunya pihak nan saat ini menguasai Selat Hormuz," tambahnya.

Trump pun menggambarkan posisi AS sebagai "tembok baja". Menurutnya semua ranjau nan dipasang Iran secara sporadis sudah dihilangkan.

"Mereka terkadang memasang ranjau, dan kami menemukan ranjaunya," ujarnya.

AS telah memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak pertengahan April. Sementara itu, pejabat Iran bersikeras bahwa Selat Hormuz bakal tetap ditutup sampai AS memenuhi tuntutan mereka, termasuk mencabut blokade.

Sebenarnya, pembicaraan Iran dengan Oman tengah dilakukan mengenai pengaturan pelayaran di Selat Hormuz. Tapi, perihal itu tidak bakal membikin jalur perairan ini sepenuhnya dibuka kembali.

Sementara itu, Selasa awal hari, Trump membikin unggahan di Truth Social. Ia mengatakan tuntutan Teheran agar AS bayar kompensasi atas kerusakan akibat perang memberinya "ide menarik".

Trump mengatakan Iran semestinya justru memberikan kompensasi kepada AS atas penduduk Amerika nan tewas alias terluka dalam serangan peledak pinggir jalan dan serangan lainnya nan dikaitkan dengan Iran. Ia juga menuntut kompensasi atas penduduk Iran nan menurutnya telah tewas selama 50 tahun terakhir akibat tindakan rezim Iran.

Kementerian Luar Negeri Iran pada Selasa membalas tekanan tersebut dari sisi ekonomi. Juru bicara kementerian, Esmaeil Baqaei, menyebut hukuman AS telah "mencekik" Iran.

Baqaei mengatakan Washington memilih hukuman setiap kali diplomasi kandas dan terus meningkatkan hukuman ketika langkah tersebut tidak berhasil. Menurutnya, pola tersebut sekarang lebih menyerupai "kecanduan kompulsif" daripada sebuah "kebijakan".

Di sisi lain, nilai minyak melonjak pada Senin akibat pernyataan kedua belah pihak, membalikkan penurunan singkat pada pekan sebelumnya. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik sekitar 5% dan ditutup di sekitar US$82,13 per barel sementara itu, nilai minyak mentah Brent juga naik sekitar 5% menjadi sekitar US$87,72 per barel.

(sef/sef) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya