Sebanyak 12 mahasiswa KKN Unhas mengalami kecelakaan tunggal di Bantaeng setelah penutupan KKN. Tujuh mahasiswa terluka dan 10 orang telah dipulangkan.(MI/Lina Herlina)
MAHASISWA Kuliah Kerja Nyata Universitas Hasanuddin (KKN Unhas) Gelombang 116 di Kabupaten Bantaeng mengalami kecelakaan. Kecelakaan ini terjadi usai menghadiri aktivitas Penutupan KKN, nan dirangkaikan dengan penghijauan serentak di letak Pinus Rombeng, Desa Bonto Lojong.
Informasi nan diterima menyebutkan, rombongan mahasiswa KKN Unhas nan berposko di Desa Kayu Loe, Kabupaten Bantaeng, mengalami kecelakaan tunggal nan cukup serius pada Kamis (13/8), sekitar pukul 14.00 WITA.
"Kabar kecelakaan ini sempat beredar di media sosial, dengan beragam versi. Untuk meluruskan info agar tidak simpang-siur, kami mau menjelaskannya," seru Kepala Sub Direktorat Pembelajaran Berbasis Masyarakat Universitas Hasanuddin, Suleha Thamrin, Jumat (14/8).
Menurutnya, saat perjalanan pulang, satu kendaraan mobil pick up terbuka nan ditumpangi 12 mahasiswa dari Posko Kayu Loe mengalami kecelakaan tunggal.
Informasi dari pengemudi, mobil alami rem blong. Sebagai upaya menghentikan laju kendaraan, pengemudi sengaja membenturkan mobil ke pohon di tepi jalan. Akibatnya, mobil terbalik dan bergulir ke sisi jalan nan lebih rendah. Peristiwa ini terjadi di perbatasan Desa Bonto Lojong dan Desa Kayu Loe.
Sesaat setelah kejadian, mahasiswa di pemindahan ke rumah penduduk di sekitar letak kecelakaan. Koordinator Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) KKN Kabupaten Bantaeng, Putri F. Nurdin, saat ini berada tidak terlalu jauh dari lokasi.
Putri segera bergerak ke lokasi, dan langsung menghubungi Public Savety Center (PSC). Dalam waktu sekitar 10 menit, Tim Medis dari PSC Cabang Loka tiba di letak dan memberikan penanganan awal sembari menunggu ambulance.
Evakuasi Korban
Seluruh mahasiswa korban kecelakaan kemudian dievakuasi menuju RS Anwar Makkatutu, Bantaeng, dan langsung memperoleh penanganan di Unit Gawat Darurat (UGD).
Kondisi mahasiswa para korban dikabarkan terus membaik. Tidak lama setelah tiba di UGD, sebanyak 5 orang dilaporkan dalam kondisi sehat dan stabil, 4 orang alami cedera ringan. Sementara 3 orang perlu observasi lanjut termasuk foto x-ray. Hasil foto x-ray menunjukkan 2 orang alami keseleo kaki, dan 1 orang terindikasi fraktur di paha.
Pada pukul 21.45 WITA, Putri F. Nurdin, nan terus mendampingi korban sejak siang hari mengabarkan perkembangan hasil observasi master dan tim medis RS Anwar Makkatutu. Sebanyak 10 mahasiswa telah dapat dipulangkan malam ini juga.
Sementara 2 mahasiswa lainnya sebenarnya sudah diperbolehkan untuk pulang. Namun, Putri meminta agar mereka diperkenankan untuk rehat di RS, berinteraksi keduanya sementara tertidur pulas. Ia bakal menjemput kedua mahasiswa itu saat pemulangan ke Makassar besok hari.
Suleha Thamrin, sebagai Pengelola KKN Unhas menyampaikan apresiasi kepada respon sigap dari DPK KKN di lokasi. Dirinya berambisi para mahasiswa dapat terus hati-hati dalam melaksanakan aktivitas di penghujung masa KKN.
Kegiatan KKN Unhas Gelombang 116 memasuki masa akhir. Penutupan KKN dan penarikan mahasiswa dari letak berjalan secara bertahap, sejak Rabu, 12 Agustus 2026 hingga Sabtu, 15 Agustus 2026.
Untuk Kabupaten Bantaeng, penarikan mahasiswa KKN bakal berjalan tanggal 14 Agustus 2026, berbarengan dengan penarikan dari letak Pinrang, Gowa, Maros, Luwu, Luwu Utara, Luwu Timur, dan Toraja Utara. (Z-2)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·