Video: Danantara Ungkap Masalah Utang Rp 180 Triliun BUMN Karya

53 menit yang lalu 2

Jakarta, CNBC Indonesia- Sektor bangunan dan prasarana menjadi sektor upaya perusahaan BUMN nan juga menjadi konsentrasi reformasi BPI Danantara. Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria menyebut dari 7 perusahaan karya terdapat 3 perusahaan BUMN nan sehat ialah Nindya Karya, Brantas Abipraya dan Hutama Karya sementara sisanya menghadapi persoalan esensial mengenai finansial dengan utang konsolidasi mencapai Rp 180 Triliun dari induk dan anak upaya sehingga perbaikan jangka panjang dibutuhkan.

Dony Oskaria menargetkan pada akhir 2026, persoalan BUMN karya bakal dapat diselesaikan dan tidak boleh dapat terjadi kembali di masa nan bakal datang. Danantara juga bekerja sama dengan Kejaksaan, BPKP, Kemenkum, KPK hingga Kemendagri dalam mengatasi persoalan BUMN

Melalui konsolidasi BUMN Karya ini, perusahaan BUMN karya bakal konsentrasi ke upaya kontraktor sehingga tidak ada lagi nan mempunyai upaya tambahan seperti fiber optik, properti, air hingga hotel. Transformasi ini juga diharapkan dapat mendorong pembangunan prasarana termasuk berlanjutnya pembangunan Tol Sumatra, sebagai pengembangan dan pembangunan prasarana pemerintah dengan kerjasama dengan sektor swasta.

Seperti apa perkembangan reformasi perusahaan BUMN di Bawah BPI Danantara? Selengkapnya simak perbincangan Andi Shalini dengan Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala Badan Pengaturan BUMN, Dony Oskaria dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 27/08/2026)a


Selengkapnya