Video: PGE Perkuat Fundamental Keuangan Menju Kapasitas Listrik 1,8 GW

1 jam yang lalu 1

Jakarta, CNBC Indonesia- 2026 menjadi tahun nan menandai 100 tahun pengembangan daya panas bumi di Indonesia nan dimulai pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang pada tahun 1926

Sebagai negara nan mempunyai potensi panas bumi nan terbesar di bumi hingga mencapai 24.000 Megawatt (MW), Indonesia disebut Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk, Fransetya Hutabarat sebagai 'center of excellence" geothermal. PGE terus mendorong peningkatan kapabilitas PLTP nan terpasang hingga mencapai 1 Gigawatt (GW) di 2028 hingga dapat tumbuh ke 1,8 GW pada 2033.

Sejalan dengan peningkatan produksi dan keandalan operasional PLTP, upaya panas bumi PGE bisa menghasilkan catatan keahlian finansial nan solid nan pada Semester I-2026 sukses mencatatkan untung bersih USD 79,605 juta alias tumbuh 15,48% (yoy) dengan pendapatan mencapai USD 235 juta alias tumbuh 14,7%.

Kinerja solid PGE ini didorong penguatan esensial upaya PGE sejalan dengan penguatan sinergi antar direktorat sehingga keandalan operasional dapat terjaga dengan baik. Lalu seperti apa komitmen PGE membangun dan pemanfaatan daya panas bumi? Bagaimana esensial finansial PGE menopang ekspansi upaya panas bumi? Selengkapnya simak ulasan Andi Shalini dengan Direktur Keuangan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), Fransetya Hutabarat dalam Squawk Box, CNBC Indonesia (Kamis, 20/08/2026)


Selengkapnya