Wagub Jabar Erwan Setiawan.(Dok Diskominfo Jabar)
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) memastikan tidak ada serikat pekerja dari wilayah Jabar nan bakal berangkat ke Jakarta untuk mengikuti tindakan pada Kamis (27/8).
Ini ditegaskan Wakil Gubernur (Wagub) Jabar Erwan Setiawan nan mengaku sudah berjumpa dengan ketua serikat pekerja di Jabar. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan bahwa serikat pekerja Jabar tidak bakal mengirim anggotanya ke Jakarta.
"Alhamdulillah, kemarin ketua Serikat Pekerja Jabar sudah menyampaikan bahwa beliau tidak menginstruksikan kepada anggotanya untuk berangkat ke Jakarta," ungkapnya kemarin.
Menurut Erwan, serikat pekerja di Jabar saat ini tengah konsentrasi mengawal rancangan undang-undang tentang ketenagakerjaan. Namun Pemprov Jabar pun mengimbau masyarakat Jabar untuk tidak ikut berangkat ke Jakarta dan bersama-sama menjaga kondusivitas daerah.
"Kita jaga saja komitmen wilayah kita. Jangan sampai terjadi kegaduhan dan nan krusial kita semua bisa menjaga wilayah ini dengan sebaik-baiknya," tuturnya.
Erwan menyebut, penyampaian aspirasi merupakan kewenangan setiap penduduk negara. Jika ada penduduk nan tetap memilih berangkat, mereka diminta menyampaikannaspirasi secara tertib dan damai.
"Kalaupun mereka tetap berangkat, ya itu kewenangan pribadi mereka untuk menyampaikan aspirasi. Tapi jikalau berangkat, berangkatlah dengan tenang, dengan sejuk, jangan sampai membikin pergaduhan, jangan sampai merusak baik Jabar," tandasnya.
Sementara itu, sejumlah golongan masyarakat dari beragam wilayah tengah bersiap menuju Jakarta untuk mengikuti tindakan pada Kamis 27 Agustus 2026. Salah satu golongan nan berencana menggelar tindakan di depan Gedung DPR/MPR RI adalah penduduk Pati, Jawa Tengah, nan tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB).
Aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan, di antaranya mengenai pengesahan RUU Perampasan Aset dan penerapan balasan meninggal bagi koruptor.(AN/E-4)









English (US) ·
Indonesian (ID) ·